Laman

25 Okt 2012

Perih

Pendar lampu kota berkilauan. Berebut menerangi sekitar, melawan pekatnya malam. Berusaha menerangi jiwa yang mungkin kelam.

Sekali ini kamu memberikan perih. Hingga aku diam-diam merintih. Membuat sukmaku seperti ingin terbang. Melanglang.

Tahukah kamu? Aku merana. Ribuan detik telah berlalu. Tapi perihnya tetap tak mau pergi. Entah bagaimana lagi agar aku bisa bertahan.

Aku masih tak mampu berkata. Merasakan pedih. Menyerap lara. Menghisap marah. Mengawangkan sikap. Memimpikan langkah.

Tahukah kamu? Aku tidak membencimu yang telah memberikan pedih di hati. Aku juga tidak memendam dendam. Tapi aku tak bisa bilang, aku sudah memaafkan.

sent from @motskee BlackBerry®

7 Okt 2012

Antologi Rasa Trip - preparation


Photo taken from ikanatassa.tumblr.com
Seharusnya saya bukan tipe orang spontan. Tetapi entah kenapa, beberapa bulan lalu ketika Ika Natassa mengumumkan lewat akun twitternya @ikanatassa bahwa dia akan menggelar Antologi Rasa Trip, tanpa pikir panjang saya langsung mendaftar. Bahkan suami saya pun tercengang karena dianggapnya saya hanya bercanda. Maklumlah..walaupun saya termasuk senang jalan-jalan (ups..trip ke Lombok pun belum pernah diposting disini, hiks..), saya tidak pernah pergi sendiri. Saya selalu pergi dengan suami, bahkan dengan teman pun jarang :p

Sejujurnya, ketika awal mendaftar pun, saya sudah ikhlas seandainya uang saya hilang, seandainya pada hari-H saya mendadak tidak bisa pergi. Menurut pengalaman sebelumnya juga, saya tidak pernah merancang bepergian >5 bulan sebelumnya. Alasannya karena saya tidak bisa menebak jadwal saya (dan biasanya jadwal suami yang sibuk itu). Itu juga alasannya kenapa saya tidak pernah berhasil ikut sale tiket Air Asia dan memilih menjadi flashpacker.

Tetapi, saya memang super niat. Saya bahkan rela merogoh kocek demi membeli used camera SLR. Useless, kalau kata suami saya (lagi) mengingat saya hanya senang suatu barang di awal saja, lalu ditinggalkan begitu saja. Haha..dan sepertinya memang benar, camera-nya jadi agak kurang bermanfaat di tangan saya. Saya amatir yang memulai belajar pun malas sangat :p Kalau harus memilih, diving atau fotografi, pasti saya pilih diving walaupun belum punya sertifikat resmi :D

Dua bulan menjelang hari-H, saya sempat bertanya ke suami saya, "Imigrasi di Soekarno-Hatta itu bagaimana caranya?" Ini bukan pertama kalinya saya pergi ke luar negeri, tetapi saya memang super-duper-cuek, follower yang tidak pernah memperhatikan sekeliling kalau memang saya anggap tidak penting :p Saat itu juga, suami saya memutuskan untuk ikut terbang dengan flight number yang sama dengan saya, walaupun harganya sudah selangit :p Karena saya bilang ikut grup dan seharusnya sudah punya roommate, jadilah dia memutuskan mencari budget hotel lain yang harganya masih reasonable. Maklum, F1 itu peak season di Singapore.

Jadi, akhirnya saya tidak jadi pergi sendiri, tapi tetap pergi ditemani suami. And i thank God..saya jadi bisa agak jalan-jalan ketika free time tanpa takut harus tersasar ^_^ So, kalau mau tahu disana saya kemana saja, akan saya buat postingan berbeda.

3 Okt 2012

We Meet Again



Dundas Square (photo taken from google images)

Hari Jumat memang hari istimewa dibanding enam hari lainnya. Hari baik dimana para pria muslim akan berbondong-bondong melakukan sholat Jumat, termasuk mereka yang biasanya alpa sholat wajib. Hari sibuk dimana semua deadline mingguan biasanya harus selesai. Hari hura-hura karena begitu jam kerja berakhir biasanya semua orang serentak menuju pusat perbelanjaan untuk sekedar melepas jenuh yang tertumpuk.
Setelah meeting marathon sejak pukul 9 pagi sampai 5 sore, sekarang Vari bercampur dengan ratusan orang lainnya di padatnya lalu lintas Jakarta. Berlari-lari melalui koridor panjang halte Trans Jakarta dengan high heels 7cm yang tadi lupa ditukar dengan flat shoes. Berdesakan membaur dengan beragam aroma yang menguar. Berhimpitan sampai tak jarang antar kulit pun nyaris tak ada sekat.
Empat puluh lima menit kemudian, masih dengan napas yang belum sepenuhnya teratur, senyum ringan sudah tersungging di bibir Vari. Rupanya hawa sejuk pusat perbelanjaan di kawasan Senayan ini sukses memberikan sedikit ketenangan setelah merasakan pengapnya angkutan umum. Masih ada beberapa menit untuk mengatur ulang penampilan sebelum bertemu dengan teman-teman ceriwisnya.
Vari masih berkutat dengan potongan pizza di piringnya ketika dilihatnya ada seorang pria mengamati mereka dari meja seberang. Vari balas menatap. Lalu tiba-tiba pria itu berdiri dan berjalan menghampiri mejanya. Vari panik.
Tanpa disangka ternyata pria itu justru menyapa salah satu temannya. Vari menunduk, tersenyum tipis. Dia salah sangka. Ternyata sedari tadi pria itu mengamati temannya, bukan dia. Dan setelah melalui proses perkenalan singkat, pria itu menunjuk ke meja seberang yang tadi ditempatinya, menjelaskan kalau dia kemari juga bersama teman-teman kantornya. Sekali lagi, Vari ikut mengamati satu per satu wajah teman si pria di meja seberang.
Tanpa sadar, sedari tadi Vari menatap lekat seorang pria yang wajahnya tampak tak asing. Si pria tersenyum. Membius. Vari membalas senyum itu sambil terus berusaha mengingat. Itu, dia. Ya, dia yang dulu sempat membuatnya gundah. Dia yang sekarang pun tetap menariknya ke medan magnetnya. Dia si pria di bandara itu. Ah, betapa lucunya teka-teki waktu dan tempat ini tercipta.

---------------

Vari baru keluar dari kamar mandi. Berjalan sambil menunduk, membenahi bajunya yang agak terlipat. Saat dirasanya ada sebuah colekan kecil di lengan kirinya. Spontan dia menoleh.
“Hai, kita ketemu lagi,” sapanya sambil mengulurkan tangan, mengajak berjabat tangan.
“Hai,” Vari menjawab tergagap sambil membalas jabat tangannya.
“Gue Iben. May I know your name?” katanya masih dengan senyum yang tak pernah lepas sedikit pun dari mulutnya.
“Oh. Gue Vari,” jawabnya singkat. Terpana.
“Oke, Vari. Gue bisa pastikan, ini bukan terakhir kalinya kita ketemu. Can we exchange phone numbers?” tanyanya sambil mengulurkan smartphone miliknya, berharap Vari akan menuliskan nomornya sendiri.
Vari seperti terhipnotis. Tanpa pikir panjang, diketiknya nomor teleponnya pada smartphone milik Iben.
Beberapa detik kemudian, terdengar nada Sweet Escape dari No Doubt. “Sudah gue missed call. Mudah-mudahan elo bersedia menyimpan nomor gue, supaya kalau kapan-kapan gue telepon ga disangka orang iseng. Ok, selamat melanjutkan makan malam. See you soon!” Katanya ringan sambil melangkah meninggalkan Vari yang masih terdiam. Mencerna.
Masih dengan setengah sadar, Vari kembali ke meja. Mendadak tidak bisa fokus mendengarkan celoteh sahabat-sahabatnya. Masih tidak habis pikir, kenapa dia bisa sebegitu mudahnya memberikan nomor telepon pada orang yang tidak dikenal. Masih mengingat rasa hangat tangan Iben ketika berjabat tangan. Memutar ulang senyum Iben yang berhasil direkamnya dalam ingatan. Ada rasa hangat menjalari hatinya.

13 Sep 2012

If I Can Turn Back Time


Jung Eun-ji & Seo In-gook from Reply 1997
The hardest thing about the relationship between a man and a woman is the timing -- if the love doesn’t begin at the same time, it’s unlikely to ever begin at all.   
[from Reply 1997/ Answer Me 1997 - www.dramabeans.com)
Would you believe If I said I was crying just because of reading the recap of Reply 1997. Reply 1997 (or Answer Me 1997) is a korean drama about love and friendship. I'm not watching it yet, but I'll definitely watch it when it's finished aired in Korea.

I love this kdrama just like I love “Will It Snow for Christmas” (another kdrama) or “Hanamizuki” (Japan movie). Why? Because of the story. It's start from the teenage age, when you've met your soul mate. But at that time, you still don't know what you want, you don't know what love is, and the most important thing, you don't know who you love. That's why you let go of his/her hand. And for the next couple years, you’re searching the answer.

Until one day, you realized, you missed his/her so much. The memories are torturing you. Your heart warmed because you remember all the time you spent together before. You’re smirks when remember how stupid you are. But your heart also empty because he/she doesn’t stay by your side anymore. Then you’re facing another phase of pain. Trying to move on. Smiling outside but bleeding inside. Hoping that there is another chance to meet your soul mate once again.

Suddenly I feel sad. It was happened to me long time ago. When I think I’ve met my soul mate. But at that time, the universe didn’t support us. So, we decided to split up. Each expecting different things, each dreaming different dreams, each walking on different paths. Only that day, our path had met again at one point. There, we’re just stunned. Hesitated.

And when I’m really sure that he is the one I love. I tried to call him back. But I’m late. He's already gone. Forever. And deep in my heart, I just can whispered..

If I Can Turn Back Time

30 Agt 2012

Bersosialisasi Nyata & Maya

Selamat Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin.
Hoho..agak terlambat tapi tak apalah, toh masih di bulan Syawal. Saya memang sudah lama tidak posting. Sibuk? Tidak juga. Tapi memang sengaja mengurangi aktivitas online. Haha..mungkin contoh yang salah, tapi ya itulah saya. Melakukan hal-hal yang kadang-kadang aneh dengan alasan yang hanya saya sendiri yang paham :D

Aktivitas online saya (baik di blog, twitter apalagi FB) boleh berkurang, tetapi saya cukup bangga karena selama bulan puasa kemarin, saya justru lebih aktif bertemu teman dan keluarga secara langsung. Saya menikmati bersosialisasi dengan teman-teman kantor, di luar jam kerja yang biasanya sibuk dengan urusan pribadi. Saya asyik bertukar cerita dengan teman kuliah yang sudah lama hanya saya pantau melalui FB/twitter. Saya sampai pegal karena mengunjungi rumah om/tante/sepupu di Jakarta dan Surabaya satu per satu.


Intinya, saya menikmati aktivitas berhubungan langsung dengan orang lain. Beberapa kali saya "menghakimi" teman/saudara hanya karena statusnya di social media. Sampai akhirnya saya sadar, bisa jadi orang juga berasumsi "kenal" saya hanya dari aktivitas saya di social media. Dan saya sedih, karena merasa itu tidak asyik lagi. Saya belajar bahwa walaupun tidak setiap waktu bertelepon atau ber-BBM-an dengan sahabat saya sejak kuliah, saya masih merasa dekat dan paham bagaimana dia akan bersikap sehari-hari. Istilahnya ada emotional bonding walaupun sekarang kami sibuk dengan aktivitas masing-masing. Dan rasa itu hanya muncul karena kedekatan kami selama 4 tahun kuliah, plus kami tinggal di kos yang sama. Media sosial semata-mata hanyalah alat bantu menyambung rasa yang sudah terbentuk, bukannya membangun rasa baru.

Saya tetap akan menggunakan social media karena kebutuhan, plus gak mau dong dibilang ketinggalan jaman :p Tapi, saya sedang dalam proses menjadi lebih peka untuk menyaring informasi, supaya bisa bersikap lebih bijaksana dan bukan hanya asal tuduh. Tweet war is a big NO. Prioritasnya adalah bersosialisasi dalam dunia nyata, baru kemudian menjaga rasa melalui dunia maya :)

4 Jul 2012

Titik 30

What do you feel?

Itu adalah pertanyaan beberapa teman saya hari ini. Saya tidak bisa menjawab dengan spontan. Dan sepanjang perjalanan pulang dari kantor, saya merenung, sebenarnya apa yang saya rasakan selama 30 tahun ini. Jawabannya ternyata amat sangat mudah.

Saya BAHAGIA.

Terlalu bahagia sampai ketika menulis ini pun saya menangis. Terharu. Bahagia karena sudah melalui beragam cobaan hidup yang senantiasa membuat saya lebih kuat. Bahagia karena saya masih dikelilingi orang-orang yang menyayangi saya. Bahagia karena saat ini saya sudah merasa cukup lahir batin.

What do you want?

Ini pertanyaan kedua yang tidak bisa serta merta saya jawab. Bahkan setelah merenung beberapa saat, saya masih tidak menemukan jawabannya. Sejak dulu, saya tidak pernah membuat daftar keinginan, karena saya percaya bahwa hidup memang sudah seharusnya dinikmati apa adanya. Bukan berarti saya tidak punya mimpi, tapi membuat daftar keinginan seperti melawan takdir Tuhan, membuatnya seolah-olah harus terwujud, dan saya tidak mau itu. Buat saya, keinginan cukup disimpan dalam hati, diperjuangkan sesuai kemampuan dan dipasrahkan hasilnya melalui doa-doa.

Tidak ingin apa-apa itu juga yang menjadi alasan kenapa saya sebenarnya tidak ingin merayakan apa pun. Tidak juga bagi-bagi kue di kantor. Maafkan :) Saya hanya minta dibuatkan sawut oleh ibu saya (lihat foto).

Tapi, di hari istimewa ini, saya ingin memanjatkan doa dan harapan saya kepada Allah SWT.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahi saya dan orang-orang tersayang saya dengan rahmatNya. Semoga di usia yang semakin menua ini, saya bisa lebih rendah hati dan penuh toleransi. Terakhir, saya hanya ingin menjadi lebih sederhana.

Let's begin happier life at 30 ^_^

Powered by Telkomsel BlackBerry®

22 Jun 2012

when you down

Kata orang-orang, bermimpilah setinggi langit. Walaupun sekarang hanya mimpi, bukan berarti tidak tergapai, karena ketika mimpi itu tertanam di otak pastilah kita akan berusaha keras mencapainya.

Masih kata orang-orang juga, bersikaplah yang optimis. Sudah seharusnya kita optimis dalam melakukan sesuatu. Sikap optimis itulah yang menjadi dasar kepercayaan diri seberapa keras kita mau berjuang mencapai mimpi.

"Kamu pasti bisa!" adalah kata lain yang sering dilontarkan untuk membangkitkan semangat. Saya masih bisa menyebutkan segudang kalimat positif lain yang biasa diucapkan para motivator. 

Tapi, semua kata-kata dan keyakinan itu nyatanya menguap ketika kegagalan benar-benar terjadi.

"Jangan takut, gagal adalah sukses yang tertunda."
"Walaupun belum berhasil, tapi kamu puas karena sudah berusaha semampu kamu."
"Walaupun belum sukses, kita sudah belajar dan selalu ada hikmah lain yang bisa diambil."
 
Ah ya, saya sampai bosan mengulang dan membaca semua kata-kata positif. Nyatanya gagal mencapai sesuatu itu membuat saya kecewa dan sedih. Walaupun saya hanya diam, berusaha menyerap rasa sendiri dan memperlihatkan wajah baik-baik saja. Kalau ada yang bilang, saya gagal tapi saya tidak merasa sedih atau kecewa karena sudah berusaha, itu pasti bohong. Usaha penghiburan yang sebenarnya nihil belaka.

Saya tidak mau menjadi pembohong bagi diri sendiri. Saya memilih mengakui bahwa gagal itu memang mengecewakan. Saya memilih merasakan sakitnya. Bukan untuk terus-menerus ditangisi, tetapi direlakan. Saya memang bersedih untuk 3 hari. Berusaha mengontrol emosi, sampai saya menjadi lebih tenang dan kuat dengan sendirinya. Lalu, mulai berjalan lagi dengan kekuatan sendiri.

*sekedar curhatan penghiburan :p

21 Jun 2012

Lana Shobha tweet story

Hampir setahun yang lalu saya sempat membuat akun @LanaShobha di twitter. Saya berencana membuat tweet harian si tokoh yang sedang saya kembangkan karakternya. Tapi nyatanya saya memang hanyalah penulis amatir yang belum mampu konsisten dan seringkali mengubah plot & karakter di tengah jalan. Jadilah akun ini terbengkalai.

Baru-baru ini saya memutuskan untuk mematikan akun @LanaShobha, tetapi merasa sayang dengan tweet yang pernah saya buat. Maka, saya akan menyimpan beberapa tweet yang sayang dibuang disini. Semoga suatu saat nanti saya bisa melanjutkan karakter Lana ini :p

=====================================

I'm going to keep telling you, so please listen good every day. I Love You. [143 days ago]

Ada masanya ketika aku merindumu. Sampai hatiku terasa kelu. Ragaku boleh meragu. Namun sukmaku terus memburu. [230 days ago]

Hi, last time i tweeted, it's more than a month ago. Wow..time flies. Are you wondering where did I go? I'm at your heart, definitely :p [268 days ago]

Hup! Nyampe juga gue di kantor. Waktunya bekerja dengan giat. See you later ^_^ [322 days ago]

Dan timeline gue penuh sama tweetnya dia. Oh No! Dibawelin di di dunia nyata aja udah pusing, apalagi ditambah dunia maya. Sakit jiwa yang ada. [322 days ago]

Si sobat gue, Mara, ini untungnya gaptek. Makanya ga punya twitter. Kebayang aja kalau orang sebawel dia, jangan2 frekwensi nge-tweetnya 5x/menit. [322 days ago]

Oh ya, nanti sore juga gue ada janji buka bersama bareng Mara si bawel. Rencana awal sih di Setiabudi One. Harus jalan tenggo nih dari kantor. [322 days ago]

Btw, kenapa jalan ramai ya pagi ini? Banyak yang kesiangan juga? Atau banyak janji buka bersama nanti sore, makanya pada bawa kendaraan? :( [322 days ago]

Morning! Sudah di kantorkah? Saya masih di jalan karena kesiangan bangun :p Kebiasaan kalau tidur lagi setelah Subuh pasti begini :( [322 days ago]

In the middle of boring meeting. Let's dream about a handsome guy who will take me to cinema to watch #HPDHP2 ^_^ [329 days ago]

Merasa seperti pernah ketemu si pria ganteng, tapi dimana ya? *kepo mode on* [329 days ago]

Huwaa..demi apa ini marathon meeting membuat kehidupan sosial gue terputus. Ehm, tapi gpp deh tadi di lift ketemu cowok ganteng :p [329 days ago]

Hello wednesday morning. What is my schedule today? Wow, it's full with meeting. Hemm..i need to be pretty then. [330 days ago] 

Dari sekian banyak theme di Ubersoc ini, saya memilih merah. Tanda kalau saya berani! Berani macarin cowok ganteng pastinya :p [330 days ago]

Finally, this is my first tweet ^_^ [330 days ago]

16 Mei 2012

Catatan Pagi

Golden queueing time. Antri panjang di counter check in penerbangan domestik bandara Soekarno-Hatta Terminal 2 adalah pemandangan biasa bagi para eksekutif muda yang sering melakukan perjalanan dinas. Hari ini adalah Hari Rabu, pukul 05.15 WIB. Masih pagi, tetapi semua yang datang sudah berpakaian rapi dan berwajah segar. Sepertinya semua mengejar first flight. Hebat.

Pria yang berdiri sejajar denganku di barisan sebelah ini sibuk sekali dengan Iphone miliknya. Sejak tadi dia asyik sekali mengambil foto, mulai dari langit-langit gedung terminal sampai petugas bandara yang sedang merapikan trolley. Mungkin dia salah satu penggemar aplikasi Instagram yang sedang hits itu, makanya merasa perlu mengabadikan segala momen, kataku dalam hati sambil meringis sinis. Eh, tapi, alau pria itu asyik mengamati sekeliling, tak apa juga kan kalau aku asyik mengamati dia.

Entah kenapa diantara semua orang yang mengantri ini mataku langsung tertuju padanya. Wajahnya memang lumayan. Ganteng. Gaya berpakaiannya juga rapi tetapi casual. Celana bahan hitam dipadu dengan kemeja putih bergaris vertikal hitam tipis, lengkap dengan jaket sport berwarna hitam-putih. Sepatu coklat tua casual dan tas ransel yang disandangnya juga membuatnya makin terlihat gagah. Satu lagi, posturnya tinggi dan tegap. Sempurna.

Aku bangkit dari tempat duduk di sepanjang selasar, bersiap menuju gate yang seharusnya ketika tanpa sengaja melihatnya lagi. Ah, dia baru keluar dari musholla. Wajahnya menjadi semakin segar. Lalu tanpa sengaja mata kami bertemu. Sekejap waktu terasa berhenti. Suasana sekitarku mengabur. Perhatianku hanya terfokus padanya. Dia saja.

Akulah yang pertama memutus kontak itu dengan perasaan gundah. Aku merasa tertarik ke medannya. Aku jengah. Namun dalam waktu bersamaan hatiku menjerit. Aku ingin bertemu lagi dengannya. Suatu saat. Pasti.

-Catatan Pagi by Vari-
 

2 Apr 2012

Telepon

Aku ingat sayang..
Meneleponmu tadi malam
Kita berkasihan mesra

Tapi, pagi ini kamu ngambek
Kamu bilang aku alpa

Oh ya, aku ingat sekarang
Aku memang meneleponmu semalam
Di dalam bunga tidurku.
sent from @motskee BlackBerry®

20 Mar 2012

7 My Fave K-Drama

Pada dasarnya saya suka menonton, apa pun. Ehm, ya, kecuali horror Indonesia karena takut tidak bisa tidur dan thriller yang menurut saya tidak sesuai dengan azas kemanusiaan :p Dan seperti kebanyakan perempuan lainnya yang gemar menonton drama Korea, saya juga. 

Tentu tidak semua drama Korea saya tonton, tetapi dari sekian banyak yang sudah saya tonton, ada beberapa yang bertahan dalam memori dan tidak bosan saya tonton lagi. Berikut adalah 7 judul drama Korea favorit versi saya yang saya sebutkan secara acak.

Hotelier



Setahu saya melodrama ini pertama kali diproduksi tahun 2001. Pemain utamanya adalah Bae Yong Jun, Song Yoon Ah, Song Hye Kyo dan Kim Seung Woo. Saya tertarik karena bercerita tentang dunia perhotelan dengan segala intrik merger & acquisition (M&A). Karena drama ini juga, saya baru tahu ada pekerjaan yang namanya M&A Specialist dan bayarannya cukup mahal :p Selain itu, tentu saja ada cerita cinta bersegi-segi yang feel-nya dibangun secara bertahap dan cukup halus.

Full House



Mungkin hampir semua penggemar drama Korea pernah menonton drama romantic-comedy (rom-com) ini. Selain karena sudah beberapa kali diputar di stasiun televisi swasta kita, pada jamannya (hihii..karena sekarang sudah hampir lewat masa keemasannya) Rain dan Song Hye Kyo pernah menjadi idola semua orang. Ide ceritanya memang tidak masuk akal, tetapi akting lucu (atau konyol) Han Ji Eun sebagai tokoh utama justru membuat saya tidak bisa berhenti menonton. Oh ya, latar musiknya juga 'pas' dan sukses menempel terus di otak saya :p


My Girl




Ini juga rom-com yang menarik karena mengisahkan persaingan antara dua teman baik dari kecil yang memperebutkan seorang gadis. Karakter yang menarik menurut saya justru Jung Woo (diperankan Lee Jun Ki), yang digambarkan playboy, agak urakan, tetapi berpendidikan tinggi walaupun belum terbukti karena tidak mau secara aktif bekerja di perusahaan keluarganya. Rasanya menggelitik melihat seorang playboy jatuh cinta setengah mati.


Will It Snow for Christmas




Melodrama tahun 2009 ini mungkin tidak terlalu populer di Indonesia. Saya juga awalnya tidak tertarik menonton. Tetapi, akhirnya saya malah suka sekali dengan drama ini. Kisah percintaan yang harus melalui rentang waktu panjang dengan segala perjuangannya sangat menyentuh perasaan. Berkali-kali jatuh, tetapi berhasil menyemangati diri untuk bangkit dan terus berjalan. Ah ya, drama ini juga yang membuat saya jadi pencinta segala model mobil Infiniti yang di Indonesia harganya jadi selangit :D


Coffee Prince


Setelah berkali-kali menolak menonton drama ini, akhirnya saya menyerah. Dan saya takjub dengan akting Yoon Eun Hye yang berperan sebagai wanita yang menyamar menjadi pria. Lucu juga melihat akting penolakan Gong Yoo yang jelas-jelas merasa dirinya straight ternyata bisa tertarik dengan pria, seolah-olah dia berubah menjadi homo. Walaupun ada bagian klisenya juga sih, kenapa harus (lagi-lagi) sekolah keluar negeri?

Lie To Me


Nah, ini drama terbarunya Yoon Eun Hye. Di negara asalnya ratingnya termasuk rendah karena plot ceritanya kurang berkembang. Alurnya lambat dan beberapa scenes memang terasa kurang relevan. Tetapi tetap masuk k-drama favorit saya karena chemistry antara Gong Ah Jung (diperankan Yoon Eun Hye) dan Hyun Ki Joon (diperankan Kang Ji Hwan) amat sangat kuat. Diantara semua k-drama yang saya tonton, ini adalah pasangan favorit saya. Romantis.

Greatest Love / Best Love


Kalau kamu salah satu penggemar karya-karya Hong sister (misal My Girl, My Girlfriend is Gumiho atau You're Beautiful), seharusnya kamu juga suka drama ini. Kebalikan dari Lie To Me, chemistry antara Cha Seung Won dan Gong Hyo Jin tidak terlalu kuat, tetapi alur ceritanya tersusun dengan rapi. Saya suka akting Cha Seung Won (yang walaupun sudah berumur 41 masih ganteng :p) sebagai Dokko Jin yang arogan tetapi sebenarnya sensitif. Feel-nya berbeda dengan karakter Cha Seung Won di drama lainnya (coba lihat City Hall atau Athena).

Selain 7 judul drama diatas sebenarnya masih ada drama lainnya yang saya favoritkan, tetapi mungkin karena drama-drama tersebut bersifat musikal. Jadi, kalau kamu juga suka drama musikal, mungkin bisa coba beberapa judul berikut :
1. You're Beautiful
2. Heartstrings / You've Fallen for Me
3. Dream High season 1

Jadi, selamat menonton ^_^


7 Mar 2012

cry cry


Normally..

I will shout

until..

at one point..

I am just hiding

and crying

Alone.