Halaman

Tampilkan postingan dengan label IRRC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IRRC. Tampilkan semua postingan

28 Jan 2016

[Wrap Up Post] Indonesian Romance Reading Challenge 2015

Akhirnya, saya buat juga Wrap Up Post untuk IRRC 2015. Sebenarnya Syifa, sang koordinator, sudah mengingatkan saya untuk membuat posting ini dan maksimum sampai 10 Januari 2016. Tapi, ternyata saya baru bisa posting sekarang. Itu pun setelah mencari jejak mencari buku apa saja yang sebenarnya sudah saya baca.

Seperti yang sudah diperkirakan, saya amat tidak produktif menulis review di IRRC 2015. Walaupun sebenarnya saya masih terus membaca novel roman karya penulis asli Indonesia. Target yang saya tetapkan di awal tahun adalah Going Steady dengan target baca 11-20 buku. Mission Succeed!

Berikut adalah daftar novel roman karya penulis Indonesia yang saya baca sepanjang tahun 2015:
  1. Akulah Arjuna -- Nima Mumtaz
  2. Bella and The Beast -- Astrid Zeng
  3. Bukan Istri Pilihan -- Maria A. Sardjono
  4. Cindy and The Playboy Prince -- Astrid Zeng
  5. Cinta Masa Lalu -- Nima Mumtaz
  6. Finally You -- Dian Mariani
  7. Istana Di Atas Pasir -- Bey Tobing
  8. Jodoh Untuk Naina -- Nima Mumtaz
  9. Kismet -- Nina Addison
  10. Let Me Be With You -- Ria N. Badaria
  11. Love Roulette -- Francisca Todi
  12. My Future -- Ainun Nufus
  13. Not A Perfect Wedding -- Asri Tahir
  14. Over The Rain -- Asri Tahir
  15. Suami Sempurna Untuk Tatiana -- Astrid Zeng
  16. Sunset Holiday -- Nina Ardianti & Mahir Pradana
  17. Tenaga Kerja Istimewa -- Naiqueen
  18. Terpikat Sang Playboy -- Astrid Zeng
  19. The Marriage Roller Coaster -- Nurilla Iryani
  20. Unplanned Love -- Jenny Thalia F.
Yup, yang berhasil saya ingat dengan jelas hanya 20 buku saja. Walaupun saya yakin ada beberapa buku lagi dari Ainun Nufus dan penulis lainnya yang belum masuk daftar tersebut, semata-mata karena saya lupa dan tidak sempat untuk membongkar tumpukan buku saya di rumah.

Jadi, walaupun saya tidak seaktif dulu untuk menulis review, percayalah saya masih mengikuti perkembangan buku-buku baru terutama yang bergenre romantis dan masih akan tetap membacanya.

See you when I see you (^v^)



12 Jun 2015

[IRRC 2015] Book Review: Jodoh Untuk Naina

Pic Source: Wattpad
Judul: Jodoh Untuk Naina (novel)
Penulis: Nima Mumtaz
Penerbit: Elex Media Komputindo
Label: Le Mariage
Tahun terbit: 2015
Tebal: 252 halaman

Rating: 4 dari 5 (sistem sesuai Goodreads)

Cuplikan Bab 1
Kepalaku tertunduk. Tak berani menatap Abah. Tidak juga berani memotong perkataan beliau walaupun ingin. Hatiku tergetar dengan kebimbangan. Apa yang harus kulakukan?
"Jadi, bagaimana pendapatmu, Naina?" Suara Abah yang dalam dan berat mengalihkan perhatianku sejenak. Akhirnya Abah menanyakan pendapatku juga setelah beberapa lama. Meski begitu, tetap saja aku bingung, bagaimana aku harus menjawab?

Opini Saya

Begitulah kira-kira beberapa kalimat pembuka pada novel Jodoh Untuk Naina yang ditulis oleh Nima Mumtaz. Sesuai dengan judul dan blurb yang tertera pada sampul belakang, buku ini memang menceritakan kisah Naina dan Rizal yang dipersatukan melalui perjodohan. Buku ini menceritakan perjalanan hubungan mereka mulai dari pertemuan, perjodohan, menikah, perkenalan sampai ujian kepercayaan terhadap pasangan.

Tokoh utama dari novel ini adalah Naina Humairah dan Rizal Ayyashi, tetapi muncul juga tokoh-tokoh pendukung lain yang memiliki peran penting untuk memperkaya plot cerita. Ada Abah yang bijaksana, Kak Muthi -kakak pertama Naina- yang selalu jadi tempat curhat dan Bang Salman -kakak kedua Naina- yang suka bercanda tetapi selalu menjadi pelindung nomor satu. Kalau saya harus memilih karakter favorit, saya pilih Bang Salman. Alasannya, karakternya mirip dengan saya yang suka menggoda dan terkesan tidak serius, tapi jangan coba mengusik hal-hal yang dianggap penting karena bisa menjadi overprotektif.

Cerita dalam novel ini mengalir hingga tanpa terasa sukses membuat saya lupa beraktivitas yang lain demi menyelesaikan membaca sampai akhir. Rahasia mengenai masa lalu Rizal selalu membuat saya bertanya-tanya di setiap bab, apa sih yang sebenarnya terjadi di masa lalu. Dan bagaimana akhirnya Naina berhasil mengetahui rahasia itu?

Salah satu adegan favorit saya ada di Bab 12 (Kabut Bernama Kesedihan) dimana Naina mulai berselisih dengan Rizal dan berkeras minta dipulangkan ke rumah Abah. Saya suka prinsip yang dipegang teguh Rizal dan Naina saat itu dimana tidak ada seorang pun dari mereka yang menceritakan apa yang menjadi sumber perselisihan kepada keluarga atau pihak lain. Mereka memilih menenangkan diri daripada bercerita saat dilanda emosi.

Saya pertama kali membaca cuplikan cerita ini dari Wattpad dan menganggap tema perjodohan sebenarnya bukanlah tema baru, tetapi saya agak kaget karena novel ini berbalut nuansa Islami yang kental. Bahkan untuk saya yang seorang muslim tetap saja banyak pelajaran baru yang saya dapat. Nuansanya jadi agak berbeda dengan dua novel Nima Mumtaz sebelumnya yaitu Cinta Masa Lalu dan Akulah Arjuna, yang berbalut kehidupan modern di perkotaan.

Terakhir, saya akan merekomendasikan buku ini kepada siapa saja, baik yang belum menikah atau sudah menikah, yang ingin membaca kisah perjodohan dengan nuansa Islami tanpa kesan menggurui. Novel ini tidak akan membuatmu tertawa terbahak-bahak atau menangis tersedu-sedu, tapi saya yakin akan membuat perasaanmu hangat dan terharu saat membacanya.

Pic Source: milik pribadi
 Opini Lain

"Ceritanya mengalir dengan indah. Membawa pembacanya untuk ikut hanyut dalam cinta Rizal dan Naina. Cerita ini menyajikan tentang bagaimana dua orang yang justru 'berkenalan' setelah menikah, tentang bagaimana proses tumbuh kembangnya perasaan itu, serta tentang bagaimana kuatnya ikatan mereka sekalipun sedang dihadang cobaan. Mbak Nima Mumtaz kini memberikan kita cerita yang menghangatkan hati serta mampu membuat kita tersenyum saat membaca cerita ini."

Jenny Thalia Faurine, penulis novel "Playboy's Tale", "Unplanned Love", dan "Wedding Rush"

30 Mar 2015

[IRRC 2015] Not A Perfect Wedding


Judul Buku : Not A Perfect Wedding
Penulis : Asri Tahir
Penerbit : PT. Elex Media Komputindo
Halaman : 312 halaman
Harga : Rp 49.000 (gramediana)

Saya termasuk salah satu follower Mbak Asri di wattpad. Jadi, saya termasuk salah satu yang selalu menunggu update cerita ini setiap minggu. Sampai suatu hari, Mbak Asri memberi pengumuman untuk menghentikan update di wattpad karena cerita ini sedang dalam proses penerbitan.

Apakah saya kecewa? Tentu tidak. Saya senang karena dengan diterbitkan menjadi buku membuktikan bahwa cerita itu memang layak untuk dinikmati dan diapresiasi oleh lebih banyak orang. Kalaupun ada yang membuat saya kecewa, itu karena ternyata proses menunggunya lumayan lama. Padahal ceritanya sudah di ujung, membuat saya penasaran setengah mati mengenai ending-nya :p Jadi, begitu bukunya publish, saya langsung beli di gramediana.

Menilik kategori 'Le Mariage' yang disematkan pada buku ini, tentu kita sudah bisa menebak bahwa buku berceria seputar kehidupan pernikahan. Raina Winatama (Raina) menikah dengan Pramudya  Eka Rahardi (Pram). Mereka bukanlah sepasang kekasih karena kekasih Raina selama ini sebenarnya adalah Prakarsa Dwi Rahardi (Raka). Sayang, suatu kejadian menyebabkan kisah mereka jadi berputar. Selanjutnya, kita akan diajak mengikuti perjalanan Raina dan Pram dalam menjalani pernikahan. Bagaimana mereka berjuang meredam ego masing-masing, mengenali emosi yang muncul dan memastikan apa yang sebenarnya mereka inginkan, karena sesungguhnya memang tidak ada pernikahan yang mudah.

Saya salut dengan cara Asri bercerita dan membangun emosi. Saya seperti merasakan betul apa yang dirasakan Raina dan Pram. Alur ceritanya cukup mengalir. Karakter tokohnya pun tergambar dengan jelas. Kalau ada yang perlu saya kritik, sebenarnya buku ini bisa diedit agar menjadi lebih baik lagi. Menurut saya menulis di wattpad dengan menerbitkan sebuah buku tetap berbeda. Alur cerita bisa dibuat lebih halus lagi agar tidak terkesan meloncat-loncat. Beberapa cara penulisan dialog dan tanda baca juga kurang sempurna. Tidak sampai mengganggu sih tapi akan lebih baik kalau bisa diedit menjadi lebih rapi lagi.

Akhirnya, saya tetap suka dengan Not A Perfect Wedding dan merekomendasikan buku ini untuk siapa saja yang suka genre romance dan bertema pernikahan. Semoga Asri tetap semangat menulis, baik di wattpad maupun di buku-buku selanjutnya ^_^

[Master Post] Indonesian Romance Reading Challenge 2015

http://asysyifaahsbook.blogspot.com/2015/01/update-indonesian-romance-reading.html

Awalnya saya tidak ingin ikut IRRC 2015 ini mengingat kesibukan yang padat luar biasa (ehem..). Bahkan kalau bukan karena Syifa sendiri yang mengajak saya ikutan lagi dengan meninggalkan pesan di kolom komentar, tantangan ini bahkan terlewat oleh saya. Thank you so much buat Syifa yang sudah bersedia jadi host dan mengajak saya ikut. Walaupun saya tidak selalu membalas komentar, percayalah saya membacanya sekaligus ngepo-in blogmu :p

Tapi, hidup itu memang selalu berputar. Tiba-tiba saja ada perubahan dalam hidup saya yang akhirnya membuat saya optimis untuk bisa mengikuti challenge ini. Jadi, saya memutuskan ikut IRRC 2015 level Going Steady dengan target membaca 11-20 buku. Doakan saya semoga bisa steady juga menulis review-nya di blog :D

So, let's read, make a review and have fun! ^_^

14 Jan 2014

Indonesian Romance Reading Challenge 2014


 Indonesian Romance Reading Challenge (IRRC) adalah tantangan bagi para pembaca untuk membaca dan menulis review buku bergenre roman karya asli penulis Indonesia. Ya, harus karya asli penulis Indonesia dan bukan terjemahan. Tujuannya supaya kita para pembaca bisa saling berbagi untuk meningkatkan minat baca buku-buku karya penulis Indonesia. Harapan lainnya ya agar para penulis juga bisa lebih semangat dan terus memperbaiki diri ketika karyanya diapresiasi.

Tenang, jumlah buku roman karya penulis Indonesia sekarang jumlahnya amat sangat banyak di toko buku. Bisa dilihat juga dari makin beragamnya kategori buku roman yang dibuat oleh penerbit. Misalnya Gramedia Pustaka Utama punya lini Metropop dan Amore. Lalu, Gagas Media juga di tahun 2013 lalu mengeluarkan seri STPC (Setiap Tempat Punya Cerita) yang hampir semuanya kental dengan nuansa roman. Buku-buku roman dari penerbit Plot Point atau Bentang Pustaka atau Penerbit Haru atau yang lainnya juga banyak menawarkan cerita roman yang lebih berwarna.

Tahun 2013 lalu IRRC dimoderatori oleh Mbak Yuska (@yuska77). Tetapi, tahun ini berpindah ke Peri Hutan (@peri_hutan) karena satu dan lain hal. Saya? Tetap mendaftar sebagai peserta sih, walaupun biasanya saya baru mengebut menyetor hasil review menjelang akhir tahun ^_^

Masih seperti tahun lalu, ada beberapa level challenge di IRRC 2014 yaitu:
Fling: membaca 1-5 buku
First Date: membaca 6-10 buku
Going Steady: membaca 11-20 buku
Engaged: membaca 21-30 buku
Married: membaca 31+ buku
Mengingat kemampuan membaca saya yang sedang lambat dan target baca Goodreads yang gagal total, kali ini saya memilih level First Date saja. Jadi, hampir tidak ada peningkatan dari tahun lalu :p

Buat kamu yang berminat ikut, masih belum terlambat, karena pendaftarannya dibuka sepanjang tahun. Informasi lebih rinci mengenai IRRC 2014 bisa dilihat DISINI.

Jadi, selamat membaca dan menanti review dari saya ^_^


15 Nov 2013

[IRRC2013 #8] Book Review: Fly To The Sky

 

Sesungguhnya saya sedang tidak ada ide menulis review, apalagi buku ini sudah selesai saya baca sebulan yang lalu. Awalnya memang banyak pertanyaan yang berseliweran di otak, tetapi rutinitas tiba-tiba menguapkan ide saya. Maaf. Walaupun demikian, mari kita coba paksa membuat review dengan pancingan point of discussion yang biasa dipakai klub buku Reight. Boleh ya pinjam poin-poinnya (^^)
 
Berikut adalah point of discussion versi saya setelah membaca Fly To The Sky yang ditulis oleh penulis Gagas Duet: Nina Ardianti dan Moemoe Rizal :
 
1. First Impression
Saya suka sampulnya yang didominasi warna biru dan pink. Biru mewakili tokoh pria yang ditulis Moemoe dan pink mewakili tokoh wanita yang ditulis Nina. Sejak membaca blurb-nya saya sudah jatuh cinta dengan kisah pertemuan yang ditulis dari sudut pandang tokoh pria dan wanita ini. Terlebih karena saya lebih dahulu membaca Restart by Nina, jadi penasaran juga dengan cerita Edyta. Bonusnya, tidak banyak novel yang bisa mengangkat topik aviation. Saya yang sudah kenyang dicekoki anything about aviation with my hubby jadi amat sangat tertarik :p
 
2. How did you experience the book
I really really really enjoyed this book!! For both sides, i love it all!
 
3. Characters
EDYTA: Seperti wanita (yang mengaku) mandiri yang hidup di Jakarta pada umumnya, Edyta memang cerewet dan sloppy. Apalagi habit di keluarganya yang memang memanjakan dia. Wajar kalau Edyta jadi bawel dan cenderung emosian. Tapi, dari Fly To The Sky saya paham bahwa Edyta sebenarnya thoughtful.
 
ARDIAN: Seperti pria (yang mengaku) gentle yang memang hidup mandiri di Jakarta pada umumnya, Ardian luar biasa cool. Ya iyalah..kalau tidak bagaimana dia bisa menjadi pilot yang memang dituntut punya self-controlled tinggi terutama di keadaan mendesak. But hey..kena batunya juga kan, kalau kesempurnaan itu sudah ada di diri pasangan kita, apa asyiknya pacaran ^^v
 
4. Plot
Ehm, apa ya plotnya? Kalau tidak salah sih masuk kategori alur maju. Tidak pentinglah plotnya apa, kalau ceritanya seru ya dinikmati saja :D
 
5. POV
For both sides, pakai POV orang pertama.
 
6. Main idea/theme
Serendipity! Sinetron banget atau film banget. Sudah pernah ada yang buat survey belum sih berapa banyak pasangan yang akhirnya menjadi real couple karena kejadian tidak sengaja bertemu? Penasaran ingin tahu hasilnya kalau ada :)
 
7. Quotes
Please see picture for my favorite quote ^_^ 
 
8. Ending
Fine! I don't wanna say it was Perfect since the writers do not want to continue the stories :p
 
9. Question
- Periode ketika novel ini ditulis mungkin aplikasi BB-nya belum canggih ya? Karena pengalaman saya, walaupun fisik BB hancur, kalau sudah di-back-up by email, begitu email di-push lagi semua contact otomatis restore. Tapi, at the same time BB dua2nya rusak sih ya.. :p
- Insting saya sih bilang kalau restoran Candra Kirana ini ada wujud aslinya. Jadi, alamatnya dimana, kak? Supaya bisa saya datangi, siapa tahu ada yang kesangkut juga :D
- Kak Moemoe punya ID Indoflyer? Mau tahu dong..hahaa..
 
10. Benefits
Saya dapat banyak informasi mengenai dunia perbankan dan aviation melalui novel ini. Kalau Nina memang bekerja di bank, jadi tidak perlu heran dengan segala informasi tentang banking. Tetapi, saya harus bilang risetnya Moemoe untuk aviation keren. Hanya orang-orang yang memang hobi (selain yang memang bekerja di industri penerbangan) yang bisa paham betapa serunya nongkrongin Air Crash Investigation atau menghabiskan waktu berjam-jam menekuni forum Indoflyer. Awesome!
 
Saya akan dengan senang hati merekomendasikan buku ini untuk siapa saja yang sedang butuh bacaan romantis tetapi tidak menye-menye. Semua judul bab-nya dijamin menampar. You must read this book! Yes, you! (^_^)

29 Okt 2013

[IRRC2013 #7] Book Review: Mahogany Hills

Mahogany Hills membawa saya kembali bernostalgia ke masa saya KKN (baca: Kuliah Kerja Nyata :p) di Desa Puraseda, Leuwiliang, Bogor. Saya jadi mengingat kembali bagaimana segarnya udara di pegunungan, menikmati berjalan-jalan di pematang sawah, hidup bersahaja tanpa hiruk-pikuk social media (ya iya karena memang tidak ada sinyal ponsel yang tertangkap :D) dan menghabiskan sisa malam hari hanya dengan mengaji (karena memang hanya itu yang bisa saya lakukan :p).
 
Sebenarnya sudah lama saya mengincar novel yang menjuarai Lomba Penulisan Novel Amore 2012 yang diadakan Gramedia Pustaka Utama ini. Jadi, saya senang ketika buku ini masuk dalam paket Blended LitBox ke-2 yang saya pesan. Mahogany Hills karya Tia Widiana menjadi novel Amore pertama yang saya baca. Tetapi, sampai selesai membaca saya masih belum begitu jelas, lini Amore ini sebenarnya mengkhususkan genre apa? Buat saya, Amore tidak ada bedanya seperti novel romance biasa walaupun jelas bukan kategori Metropop.
 
Menjalani pernikahan dengan seseorang yang memang kita cintai saja, belum tentu mudah. Apalagi bagi pasangan PARAS AYUNDA BAKHTIAR dan JAGAD ARYA ARNAWARMA yang disatukan melalui perjodohan. Mengutip dari kata-kata di bukunya, "..cinta itu sederhana. Cinta adalah memberi, menerima dan memaafkan." Walaupun cinta itu sederhana, tetapi proses menemukan cinta biasanya penuh perjuangan. Proses itulah yang dialami Paras dan Jagad selama mereka tinggal bersama di Mahogany Hills.
 
Saya suka karakter Paras yang smart, tenang dan tegar; selalu berusaha berpikir rasional dan memikirkan dengan baik dampak dari setiap aksinya. Saya juga suka karakter Jagad yang care, baik hati dan setia; walaupun ada saat-saat dia amat keras kepala. Tia membangun karakter tokohnya dengan baik. Tanpa sadar saya terbawa ke dalam cerita dengan alur yang mengalir. Saya diajak ikut merasakan kegetiran Paras dan kebimbangan Jagad.
 
Sudah lama saya tidak membaca buku yang ditulis dengan bahasa Indonesia baku, tetapi tidak kaku dan tetap enak dinikmati. Salut dengan bahasa santun dan pilihan diksi yang digunakan penulis. Pendeskripsian latar tempat Mahogany Hills juga baik.
 
Kalau ada yang terasa 'kurang' buat saya adalah kemunculan mantan-mantan Paras dan Jagad yang ceritanya tidak dieksplorasi, jadi konfliknya terasa kurang greget. Selain itu, peran orang tua dan mertua juga kurang ditonjolkan padahal ada kejadian yang menurut saya cukup penting. Di kehidupan nyata, orang tua dan mertua saya sudah pasti akan panik dengan kejadian yang menyebabkan nyawa saya hampir melayang.
 
Terakhir, saya merekomendasikan membaca buku ini kalau ingin mendapatkan citarasa berbeda selain romansa kehidupan metropolitan.
 

6 Okt 2013

[IRRC2013 #6] Book Review: Runaway Ran


RUNAWAY RAN yang ditulis Mia Arsjad adalah novel digital pertama yang saya beli melalui gramediana. Dulu sekali saya sudah pernah membaca novel Mia yang lain: DILEMA. Tetapi, hanya itu saja yang saya baca karena buku lainnya kebanyakan bergenre teenlit yang sudah tidak cocok untuk saya.

Biasanya saya selalu jatuh cinta dengan tokoh pria di novel yang digambarkan kaya, ganteng dan baik hati. Khusus di novel ini, saya justru jatuh cinta dengan karakter KATRINA. She's just so women! :p Karakternya menggambarkan sebagian besar wanita metropolitan yang jarang (bahkan hampir tidak pernah) merasakan susah, cenderung manja, hobi belanja, ke salon dan nongkrong di kafe. Walaupun bisa dibilang gaul, tetapi Katrina tidak kebablasan, dia masih memegang teguh prinsip-prinsip ketimuran. Dia juga baik hati, bijaksana dan loyal kepada sahabat. Oke, rasanya semua pujian buat Katrin sudah saya sebutkan.

Bagaimana dengan tokoh prianya? J.F. RAN digambarkan sebagai pria yang ganteng, kaya dan populer. Ya, Ran memang termasuk public figure, tetapi tidak charming. Ran pada dasarnya orang baik, dengan caranya sendiri. Buat orang yang tidak terlalu dekat dengan Ran, dia akan bersikap sinis dan tertutup. Walaupun sebenarnya ada alasan kenapa dia bersikap dingin pada hampir semua orang.

Selain kedua tokoh diatas, ada banyak tokoh lain yang muncul. Yang paling menonjol adalah VIANA, sang public enemy. Lalu ada dua sahabat dekat Katrin, yaitu Alya dan Ina. Mereka bertiga ini kalau sudah kumpul ramainya luar biasa. Jangan salah, yang bisa bergosip bukan hanya wanita. Ran ternyata juga punya tiga orang teman dekat yang semuanya unik, yaitu Gatot, Herman dan Iman. Tetapi, semua keseruan di buku ini rasanya belum cukup kalau tidak ada tokoh Adit.

Walaupun karakter dan interaksi antartokoh seru dan ramai, sebenarnya saya sempat merasa bosan juga. Sampai setengah buku bagian pertama, belum ada konflik yang muncul. Hanya cerita narasi dan teka-teki di sana-sini. Konfliknya terasa kurang menggigit. Akibatnya, penyelesaian konfliknya terasa terburu-buru, terutama kisah hubungan Katrina dan Ran. Ending-nya sih tidak masalah, tetapi proses menuju ending itu yang kurang smooth.

Beberapa bagian juga terasa aneh. Misalnya, sebelumnya diceritakan kalau Ran punya abang, tetapi sampai akhir bahkan di saat-saat kritis sang ibu, tokoh abang ini justru tidak muncul, padahal kerabat lainnya lengkap. Saya juga masih menemukan beberapa typo, walaupun tidak sampai mengganggu.

Overall, saya tetap suka novel ini. Dialognya lucu dan membuat saya jadi senyum-senyum sendiri bacanya. Cover-nya juga unik, cocok dengan isi ceritanya. Selain itu, Mia banyak menyelipkan nasihat-nasihat hidup yang patut kita renungkan, tanpa harus merasa digurui. Runaway Ran recommended buat yang sedang butuh bacaan metropolitan khas metropop.

4 Okt 2013

[IRRC2013 #5] Book Review: Paris - Aline

 
 
 
Note: Gambar diambil dari SINI
 
Ini pertama kalinya saya membaca karya Prisca Primasari. Dan ini juga seri pertama STPC yang saya baca. Kenapa saya memilih Paris? Karena saya amat suka dengan sampul bukunya yang bergaya vintage. Elegan. Cocok untuk menggambarkan kota Paris yang terkenal romantis. Selain itu, Paris sepertinya salah satu seri STPC dengan jumlah halaman paling sedikit. Jadi, mengingat rutinitas saya (ehem!), saya memilih buku yang paling tipis.
 
Sayangnya, nuansa romantis dari sampul bukunya justru bertolak belakang dengan isi cerita. Paris versi Prisca jauh dari kata romantis. Walaupun pada bukunya diselipkan kartu pos bergambar Menara Eiffel yang cantik, tidak ada adegan yang berhubungan dengan gambar itu di buku. Saya jadi sedikit kecewa, karena menurut saya, biasanya sampul buku itu mencerminkan cerita yang ingin disampaikan. Paris versi yang saya tangkap dari isi cerita bergenre teenlit fantasy; lebih mirip dongeng.
 
ALINE OFELI sedang menyelesaikan S2-nya di Paris ketika bertemu dengan AEOLUS SENA. Keduanya bertemu dengan cara yang unik; janji bertemu di bangunan bekas penjara pukul 12 malam. Aline berniat mengembalikan porselen Sena yang tidak sengaja ditemukannya. Selanjutnya, hubungan mereka berlanjut lantaran Sena berjanji untuk mengabulkan 3 permintaan Aline sebagai balas jasa menemukan porselennya.
 
Kenapa saya bilang teenlit? Karena saya tidak merasakan chemistry hubungan dewasa antara Aline dan Sena. Entah mengapa saya merasa plot dan cara berpikir baik Aline maupun Sena masih seperti ABG yang sedang pacaran, malu-malu tapi mau. Aline dan Sena memang saling suka tapi tidak sampai ada bonding yang kuat antara keduanya. Makanya saya bertanya-tanya *SPOILER ALERT* bagaimana Aline bisa menunggu Sena selama 2 tahun yang sama sekali tidak ada kabar beritanya, padahal pada saat itu keduanya masih sama-sama di Paris.
 
Kenapa saya bilang fantasy? Karena yang ada di benak saya ketika membayangkan kediaman Poussin adalah sebuah kastil tua yang megah dan berpagar tinggi, mirip kastil di film-film. Terasa agak dongeng juga ketika saya membaca bagaimana latar belakang keluarga Poussin dan bagaimana mereka berinteraksi. *SPOILER ALERT* Saya juga merasa aneh bagaimana mungkin Sena dan Aline yang disekap di rumah keluarga Poussin bisa meloloskan diri dengan alasan yang sangat mudah. Entah mengapa saya merasa Prisca tampak terburu-buru menyelesaikan konflik.
 
Terlepas dari cerita yang tampak aneh, sebetulnya saya masih bisa menikmati Paris. Saya juga baru tahu dan mulai belajar mengenai tulisan Vignette. Gaya Aline yang membagi ceritanya melalui diari kepada Sevigne juga menarik. Oh ya, saya juga suka dengan ilustrasi yang ada di bukunya.

28 Agu 2013

[IRRC2013 #4] Book Review: Restart


Akhirnya saya bisa menyelesaikan Restart hanya dalam waktu 2 hari. Buat saya, itu adalah rekor tercepat mengingat saya melakukannya di weekday, bukan weekend. Jadi, praktis saya hanya skip membaca ketika tidur, mandi, kerja dan nyetir. Sisanya baca. Bahkan di dalam penuh sesaknya CommuterLine jurusan Tanah Abang - Serpong, saya masih sempat-sempatnya membaca. Tapi, saya tidak menyesal. Restart is a must read book for somebody who likes reading modern-romance story.

Buku ini adalah buku pertama Nina Ardianti (@ninaardianti) yang saya baca. Berawal dari blogwalking, sampailah saya di situs si penulis DISINI. Saya justru membaca semua cerpen di situsnya lebih dahulu -yang sepertinya semuanya tentang Ilham Fauzi. Berlanjut membaca review di Goodreads yang amazingly everybody gave high rating for this book. Maka tergeraklah saya membacanya. Restart itu tipe buku yang kalau sudah mulai, ya tidak bisa berhenti sampai halaman terakhir.

Sudah tidak terhitung banyaknya pembaca yang mengalami delusional terhadap Fedrian Arsjad. Musisi yang sedang naik daun, handsome dan well educated adalah sederet pesona yang menjadikannya the most eligible bachelor (Ini ada gak sih musisi/artis Indonesia cowok yang kayak gini? Kok saya cuma tahu Cinta Laura dan Gita Gutawa ya? :p) Tanpa sengaja dia bertemu Syiana yang sukses membuatnya diam karena kata-kata sarkastisnya. Selanjutnya adalah perjalanan kisah cinta mereka yang seperti layangan, tarik-ulur, kadang juga terlepas, untungnya masih bisa ditangkap lagi :p Sebagai pelengkap, Syiana dan Fedrian dikelilingi tokoh-tokoh lain yang IMHO semuanya sarkastis (membuat saya berpikir, apakah pergaulan saya terlalu biasa saja sampai tidak sadar bahwa Jakarta dipenuhi orang-orang penuh drama? :D).

Overall, I love Restart. Ceritanya mengalir. Karakter tokohnya dikembangkan dengan baik, plus banyak intermezzo tokoh-tokoh lain disana, membuatnya makin menarik. Konfliknya juga oke. Hanya masalah debat sarkastis hampir di semua tokoh yang buat saya agak berlebihan. Atau mungkin itu yang terjadi di lingkungan banker biru-kuning? Haha..kayaknya sih nggak juga ya karena beberapa teman saya disana justru kalem, feminin. Jadi, saya akan menganggapnya sebagai itulah ciri khas Nina. Lebay dan sarkastis itulah yang membedakan buku Nina dengan buku-buku Ika Natassa yang insightful atau Aliazalea yang lebih kalem.

Hal lain yang saya tangkap, this book is framing Jakarta lifestyle. Starbucks. SCBD. Senayan City. Harrier. Grand Indonesia. Oh yeah, gak yakin sih kalau pembaca di pelosok indonesia sana bisa paham apa itu Kate Spade atau Erdinger :p Bahkan, saya yang harusnya sih gak kuper-kuper banget, masih harus googling untuk tahu apa itu Diane James dan Preston Bailey :p But anyway, saya suka selera musiknya Nina. Pembatas antarbab-nya oke banget. Sukses membuat saya memainkan ulang lagu-lagunya Fastball, Melee, Gabrielle, The Script, Jason Mraz sampai One Republic. Yakin deh anak-anak generasi 2000-an belum tentu tahu Out Of My Head by Fastball itu lagunya yang mana :p

Oke, sekarang bagian protes-protesnya. Mari kita buat pointer saja :
  • Saya menghitung lho berapa kali Nina menulis, 'membetulkan bag strap yang turun' atau 'drop dead gorgeous', dan itu lebih dari 3x. Mungkin saya harusnya bisa membawa pulang payung cantik karena terlalu seringnya penggambaran itu :p
  • Terlalu banyak adegan kebetulan. Mulai dari Syiana bertemu Yudha, lalu Syiana bertemu Fedrian. That was too much in real life, isn't it? Teman saya di SCBD bertebaran, tetapi juga tidak sebegitu seringnya ketemu secara tidak sengaja di Grand Lucky atau PP.
  • Saya bertanya-tanya (atau mungkin saya yang missed, i need to check it again), ketika Syiana membuat janji temu dengan Yudha kok bisa-bisanya Fedrian muncul, sepertinya tidak ada penjelasan sebelumnya bahwa Syiana juga akan bertemu Fedrian disitu. Sekali lagi, ketika Bram makan dengan Syiana, tahu-tahu Fedrian juga bisa muncul disana. Padahal ya, katanya Jakarta macet dimana-mana, kok timing-nya bisa pas?
  • Setuju dengan review DISINI dan DISINI bahwa typo di buku ini luar biasa jumlahnya. Guess what? Saya jadi berencana untuk mengecek ke KBBI, artinya acuh apa sih? Kok kayaknya pemahaman saya jadi terbalik-balik. Lalu, artinya Terjam apa juga? Yang ini lupa sih halaman berapa dan kebetulan tidak bawa bukunya, sorry :p
Udah sih itu aja protesnya, daripada penulisnya ngambek gak mau bikin buku lagi, repot kan?! :D

Terakhir, kalau saya boleh memilih karakter mana yang saya paling ingin tahu untuk dibuatkan ceritanya. Saya request kisah cintanya Bram, kakaknya Syiana. Atau kisah cinta Kemal dan Emma. Kalau kisah cintanya Aulia dan Andari, tidak usahlah ya, ujung-ujungnya nanti kebanyakan drama lagi :D

Next, saya baru mau baca Fly To The Sky :p

2 Agu 2013

[IRRC2013 #2] Book Review: Dear Friend With Love

Karina Larasati
Cantik. Modis. Punya fashion line sendiri. Sudah menjomblo selama bertahun-tahun. Memendam perasaan pada sahabat terdekatnya selama 8 tahun terakhir: Rama Adrian.

Rama Adrian
Selalu merasa dirinya paling ganteng dan pahlawan di kehidupan yang lalu. Hobi bergonta-ganti pacar. Jatuh cinta pada Cicit. Sudah bersahabat dengan Karin sejak 8 tahun lalu.

Pria dan wanita yang mengaku bersahabat katanya tidak akan murni menjadi sahabar. Salah satu dari keduanya pasti memendam perasaan. Ide cerita yang sungguh klise. Sudah banyak sekali novel yang mengangkat tema seperti ini. Tetapi, justru dari kesederhanaan ide itulah yang membuat saya tertarik untuk membaca dan mencaritahu seperti apa si penulis akan mengemas tema umum ini.

Ini pertama kalinya saya membaca tulisan Nurilla Aryani, jadi sejak awal saya masih menebak-nebak kira-kira bagaimana gaya bercerita sang penulis. Dan saya amazed. Gayanya bercerita jauh dari membosankan. Saya seperti membaca curhatan atau diary baik dari sisi Rama dan Karin. Ya, buku ini memang menggunakan dua point-of-view. Bahasanya juga lugas dan ringan, sama persis dengan obrolan dan becandaan anak-anak Jakarta kalau bertemu dengan teman-teman dekatnya which is look realistic to me. Bukan hanya itu, tempat makan atau kafe yang disebutkan di novel ini juga kebetulan tempat-tempat yang biasa saya kunjungi, seperti misalnya Sabang 16. Jadi, membaca buku ini seperti memutar film di otak saya karena saya bisa membayangkan seperti apa adegan-adegan yang diceritakan. I like it.

Membaca novel ini tidak perlu waktu lama karena selain ceritanya mengalir dan bertempo cepat, bukunya juga tipis, jadi cukup 2 jam non-stop untuk menyelesaikannya. Saya juga suka gambar sampulnya: simpel tetapi lucu. Menarik. Kalau kamu butuh bacaan singkat dengan cerita yang ringan tetapi tidak membosankan untuk sekedar mengisi waktu luang, saya merekomendasikan untuk membaca buku ini. Buku ini belum menjadi favorit saya dan mungkin akan segera terlupakan (oops! sorry :p), tetapi cukup menghibur.

Terakhir, saya suka ending-nya. Kami para wanita memang biasanya realistis dan (akhirnya) menggunakan logika, bukan melulu perasaan, kalau sudah menyangkut pilihan pasangan hidup, bagaimana pun tengil-nya kita sehari-hari. I love it! ^_^

Note: Buku ini adalah salah satu paket LitBox pertama yang saya pesan.

1 Agu 2013

[IRRC2013 #1] Book Review: Mafia Espresso

Senang berbisnis dengan Anda. Hubungi saya bila ada orang lain yang perlu Anda lenyapkan.
(Mafia Espresso halaman 99)
Saya hanya bisa mengulum senyum membaca kalimat tersebut. Harus saya akui, Sophie Pieters -tokoh utama wanita dalam novel ini- seringkali larut dalam pikiran-pikiran konyolnya sendiri. Bahkan Maggie -sahabatnya- kadang bingung menentukan, apakah Sophie memang memiliki daya analisa yang tajam atau daya imajinasi yang terlalu tinggi. Tetapi, tingkah laku Sophie yang konyol itulah yang justru memikat Antonio Azzaro -pria Italia tokoh utama novel ini- untuk mendekatinya.

Saya sebetulnya kurang suka dengan gambar sampulnya yang kurang meng-Indonesia, walaupun akhirnya saya paham bahwa meski ditulis oleh penulis Indonesia, latar dan tokohnya bukan di Indonesia. Novel yang ditulis oleh Francisca Todi ini sukses menghibur saya saat sedang jenuh. Cerita yang mengalir dan dialog yang jenaka menjadi kekuatan tersendiri dari novel ini.

Sayangnya, dengan plot maju, saya merasa alurnya melambat di bagian pertengahan sehingga saya sempat merasa bosan. Menurut saya konflik antar tokohnya kurang terbangun. Flat. Misalnya bagian Tina -kakak Sophie- yang menjadi sulit dihubungi karena harus bekerja keras sampai kelelahan, alasan kenapa dia harus bekerja sekeras itu seperti kurang masuk akal buat saya. Atau bagian Ray -mantan pacar Sophie- yang dikisahkan amat sangat menyebalkan, tidak tampak sebegitu menyebalkannya untuk saya. Entah kenapa saya merasa karakter tokohnya dibuat serba tanggung.

Satu lagi yang amat saya sayangkan; pendeskripsian latar cerita. Tadinya saya berharap, dengan perjanjian antara Sophie dan Antonio, pembaca akan dibawa berkeliling meng-explore tempat-tempat seru di Belanda. Tetapi, hampir tidak ada deskripsi Belanda di buku ini. Kalaupun ada, hanya yang sifatnya sangat umum. Sayang. Padahal saya ingin lebih banyak tahu tentang Belanda karena belum pernah kesana :p

But overall, i enjoy this book. Antonio's habit who were happy to tease Sophie is really entertaining. I think i should read more romantic-comedy novel to keep me laughing. So, i recommend this book if you are looking for light romantic-comedy story :)