Halaman

12 Apr 2013

The gifts

The gifts :

1. Digital frame from Business Support family
2. Testimonial book from Business Support family + Eat + neng Vitya
3. Bag from Genk Senggol (Nopul, Hani, Ncuzz)
4. Handmade wall hanging + monkey hand sanitizer from my great boss Mas Santo
5. Body Shop pack from my lovely mommy Bu Ernita
6. Genk Senggol pics on frame + night perfume from my best friend Nopul
7. INFINITE New Challenge album from my dear sister Ncuzz

Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. I received lots of love.
Thank you ya Allah, i was once part of Business Support family.
I LOVE YOU.

21 Feb 2013

Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Allah Maha Baik.
I'm really happy and can't say a word to others.
Semoga jalanku selalu dilancarkan.
...
...
...
Alhamdulillah.

5 Jan 2013

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

Ikutan!

Yup. Seperti biasa, setiap tahun ada saja challenge yang saya ikuti. Terserah nanti hasilnya bagaimana, pokoknya ikut saja dulu. Dulu sih pernah ikut #365shots yang akhirnya melahirkan blog posterous saya, dimana setiap hari kita harus take a shot tentang apa saja dan menggunakan alat apa saja (boleh camera phone atau pocket camera atau SLR). Tapi tak lama, akhirnya saya bosan dan terhentilah kegiatan itu. 

Lalu, pernah juga ikut project kecil-kecil G30HM. Di project ini setiap hari kita ditantang untuk menulis sesuatu, biasanya ada temanya. Sebenarnya relatif mudah karena tulisannya boleh posting di microsite (baca: twitter) atau blog, tetapi saya memang banyak alasan, tentu saja tidak pernah selesai sesuai dengan target. ^_^

Nah, sudah sejak beberapa minggu yang lalu sebenarnya saya membaca tentang 2013 Indonesian Romance Reading Challenge yang digagas Mbak Yuska Vonita. Tetapi, karena masih ragu-ragu antara mau ikut atau tidak, jadilah baru hari ini saya memantapkan diri. Doakan kali ini saya bisa menyelesaikan tantangannya :p

Ini challenge apa sih?

Singkatnya, selama satu tahun mulai 1 Januari - 31 December 2013 kita diminta membaca novel bergenre roman karya penulis Indonesia dan ditulis dalam Bahasa Indonesia dari penerbit apa pun. Setelah selesai membaca, kita diminta untuk menulis review (atau opini atau pendapat) mengenai buku tersebut di blog atau Goodreads atau hanya me-reply posting di blog Mbak Yuska

Supaya lebih seru, challenge ini ada level-levelnya juga, yaitu :

Fling: membaca 1-3 buku 
First Date: membaca 4-7 buku 
Going Steady: membaca 8-11 buku 
Engaged: membaca 12-14 buku 
Married: membaca 15-100 buku

Untuk pertama, saya pilih First Date saja dulu :)

Jadi, mari kita sama-sama berdoa dan berusaha semoga saya bisa konsisten menjalankan challenge ini. Yuk!

Catatan Film Indonesia 2012

Jujur, saya tidak terlalu banyak menonton film Indonesia. Bukannya tidak mau mendukung perfilman nasional, tetapi film yang (menurut saya) layak tonton, itu hanya sedikit jumlahnya. Dalam posting ini saya mencoba mencatatkan beberapa film tidak ingin saya lupakan begitu saja. Saya hanya akan memberikan komentar pendek (versi saya), jadi silakan saja kalau ingin berpendapat berbeda. Sekedar informasi, kalau perlu membaca sinopsis masing-masing film bisa coba intip di filmindonesia.or.id

"I have watched it.."


Perahu Kertas bagian 1 dan 2

Saya sudah menjadi pembaca setia karya-karya Dewi Lestari sejak dia menerbitkan 'Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh (KPBJ)' pertama kali. Jadi, saya pun sudah membaca novel Perahu Kertas terlebih dahulu sebelum menonton filmnya. Buat saya, Perahu Kertas sebagai film dan sebagai novel memiliki karakternya sendiri. Saya bisa menikmati keduanya. Meskipun awalnya saya memiliki imajinasi sendiri saat membaca novelnya, tetap tidak mengurangi kepuasan saya menikmati filmnya. Mungkin karena alur cerita film yang hampir persis sama dengan bukunya.

Film Perahu Kertas ini unik. Terdiri dari dua bagian, tetapi bukan sebagai sekuel, melainkan ceritanya yang memang panjang dan rasanya tidak mungkin kalau harus dipadatkan. Waktu rilis antara bagian pertama dan kedua pun hanya terpaut beberapa bulan saja.

Kisah Kugy dan Keenan, menurut saya, sebetulnya sudah biasa, tetapi penyampaian khas Dee yang dibalut dengan kiasan yang sarat makna memang menarik. Buktinya, entah sudah berapa orang yang mengaku sebagai 'Agen Neptunus' ^_^

Hello Goodbye

Tidak semua film bergenre roman harus disajikan dengan adegan romantis yang berlebihan. Hello Goodbye adalah salah satu film bergenre roman yang (menurut saya) disajikan dengan tone datar. Flat. Kisah roman yang dituturkan dengan cara dewasa karena jauh dari kesan menye-menye. Saya langsung jatuh cinta dengan pasangan Rio Dewanto dan Atiqah Hasiholan. Semoga mereka bisa mengeksplorasi kemampuan berakting dengan lebih baik lagi, plus tetap awet sebagai real couple.

Buat sebagian orang yang sedang terkena Korean wave, mungkin bisa coba menonton film ini. Walaupun produksi film nasional, tetapi latar tempatnya ada di Busan, Korea Selatan. Jadi, ada nuansa kota yang agak berbeda dengan kota di Indonesia. Walau terkesan lebih 'dingin'.

Habibie dan Ainun

Film ini diadaptasi dari kisah nyata Pak Habibie. Justru karena diadaptasi dari kisah nyata dan menceritakan orang yang pernah disegani hampir seluruh orang Indonesia, saya jadi lebih mudah bersimpati. Terharu. Menonton film ini memberikan banyak pelajaran kepada saya. Seorang Habibie muda yang luar biasa jenius dan pantang menyerah mewujudkan cita-citanya. Seorang Ainun yang cerdas dan selalu mendukung pasangannya. Nilai-nilai kejujuran yang tak tergoyahkan, yang jujur sangat sulit diterapkan di masa kini.

Akting Reza Rahadian sebagai tokoh Habibie cukup mencuri perhatian. Fisiknya memang berbeda jauh dengan Pak Habibie, tetapi gesture-nya ditampilkan dengan sangat rinci. Salute! Chemistry dengan BCL pun terjalin baik. Selama ini saya selalu mengidentikkan akting BCL dengan aktingnya pada drama FTV yang average. Tetapi, di film ini rasanya semuanya pas.

5cm

Ini mungkin menjadi film nasional terakhir yang saya tonton di 2012. Bercerita tentang indahnya persahabatan. Berusaha mewujudkan mimpi, cita-cita dan cinta, apa pun halangannya. Penuh rahasia hati. Bahwa apa yang tampak nyata terlihat dari luar, bisa jadi berbeda dengan isi hati.

Untuk latar, film 5cm juaranya. Mata penonton dimanjakan dengan keindahan pemandangan alam Indonesia. Buat orang-orang yang memang suka jalan-jalan, selesai menonton pasti akan langsung rindu melakukan perjalanan, termasuk saya. So, what is your next destination? ^_^
 
"I will watch it.."


The Raid

Film yang disutradarai Joko Anwar ini pertama kali dirilis justru bukan di Indonesia (CMIIW). Tapi begitu diputar di bioskop Indonesia, tanggapannya luar biasa. Katanya action scenes di film ini amat sangat bagus dan banyak menuai pujian dari dunia internasional. Saya sendiri memang sengaja melewatkan menonton di bioskop karena saya penakut, tidak kuat kalau harus melihat darah berceceran.

Test Pack: You Are My Baby 

Satu lagi film yang diadaptasi dari novel. Ya, Test Pack diadaptasi dari novel lama karya Ninit Yunita yang tahun 2012 lalu dirilis ulang dengan cover baru. Sebetulnya saya penasaran dengan akting Acha Septriasa yang dipasangkan dengan Reze Rahadian (oh yes, mungkin ini memang tahunnya untuk aktor ini). Sayang, ketika film ini diputar di bioskop, saya sedang sibuk sehingga terlewatkan. Bocoran dari beberapa penonton, film yang bercerita mengenai problematika rumah tangga ini termasuk layak tonton. I'll definitely watch it when they release the DVD.

Last but not least, semoga film Indonesia bisa lebih sukses dan beragam di tahun 2013 ini.

25 Okt 2012

Perih

Pendar lampu kota berkilauan. Berebut menerangi sekitar, melawan pekatnya malam. Berusaha menerangi jiwa yang mungkin kelam.

Sekali ini kamu memberikan perih. Hingga aku diam-diam merintih. Membuat sukmaku seperti ingin terbang. Melanglang.

Tahukah kamu? Aku merana. Ribuan detik telah berlalu. Tapi perihnya tetap tak mau pergi. Entah bagaimana lagi agar aku bisa bertahan.

Aku masih tak mampu berkata. Merasakan pedih. Menyerap lara. Menghisap marah. Mengawangkan sikap. Memimpikan langkah.

Tahukah kamu? Aku tidak membencimu yang telah memberikan pedih di hati. Aku juga tidak memendam dendam. Tapi aku tak bisa bilang, aku sudah memaafkan.

sent from @motskee BlackBerry®

7 Okt 2012

Antologi Rasa Trip - preparation


Photo taken from ikanatassa.tumblr.com
Seharusnya saya bukan tipe orang spontan. Tetapi entah kenapa, beberapa bulan lalu ketika Ika Natassa mengumumkan lewat akun twitternya @ikanatassa bahwa dia akan menggelar Antologi Rasa Trip, tanpa pikir panjang saya langsung mendaftar. Bahkan suami saya pun tercengang karena dianggapnya saya hanya bercanda. Maklumlah..walaupun saya termasuk senang jalan-jalan (ups..trip ke Lombok pun belum pernah diposting disini, hiks..), saya tidak pernah pergi sendiri. Saya selalu pergi dengan suami, bahkan dengan teman pun jarang :p

Sejujurnya, ketika awal mendaftar pun, saya sudah ikhlas seandainya uang saya hilang, seandainya pada hari-H saya mendadak tidak bisa pergi. Menurut pengalaman sebelumnya juga, saya tidak pernah merancang bepergian >5 bulan sebelumnya. Alasannya karena saya tidak bisa menebak jadwal saya (dan biasanya jadwal suami yang sibuk itu). Itu juga alasannya kenapa saya tidak pernah berhasil ikut sale tiket Air Asia dan memilih menjadi flashpacker.

Tetapi, saya memang super niat. Saya bahkan rela merogoh kocek demi membeli used camera SLR. Useless, kalau kata suami saya (lagi) mengingat saya hanya senang suatu barang di awal saja, lalu ditinggalkan begitu saja. Haha..dan sepertinya memang benar, camera-nya jadi agak kurang bermanfaat di tangan saya. Saya amatir yang memulai belajar pun malas sangat :p Kalau harus memilih, diving atau fotografi, pasti saya pilih diving walaupun belum punya sertifikat resmi :D

Dua bulan menjelang hari-H, saya sempat bertanya ke suami saya, "Imigrasi di Soekarno-Hatta itu bagaimana caranya?" Ini bukan pertama kalinya saya pergi ke luar negeri, tetapi saya memang super-duper-cuek, follower yang tidak pernah memperhatikan sekeliling kalau memang saya anggap tidak penting :p Saat itu juga, suami saya memutuskan untuk ikut terbang dengan flight number yang sama dengan saya, walaupun harganya sudah selangit :p Karena saya bilang ikut grup dan seharusnya sudah punya roommate, jadilah dia memutuskan mencari budget hotel lain yang harganya masih reasonable. Maklum, F1 itu peak season di Singapore.

Jadi, akhirnya saya tidak jadi pergi sendiri, tapi tetap pergi ditemani suami. And i thank God..saya jadi bisa agak jalan-jalan ketika free time tanpa takut harus tersasar ^_^ So, kalau mau tahu disana saya kemana saja, akan saya buat postingan berbeda.

3 Okt 2012

We Meet Again



Dundas Square (photo taken from google images)

Hari Jumat memang hari istimewa dibanding enam hari lainnya. Hari baik dimana para pria muslim akan berbondong-bondong melakukan sholat Jumat, termasuk mereka yang biasanya alpa sholat wajib. Hari sibuk dimana semua deadline mingguan biasanya harus selesai. Hari hura-hura karena begitu jam kerja berakhir biasanya semua orang serentak menuju pusat perbelanjaan untuk sekedar melepas jenuh yang tertumpuk.
Setelah meeting marathon sejak pukul 9 pagi sampai 5 sore, sekarang Vari bercampur dengan ratusan orang lainnya di padatnya lalu lintas Jakarta. Berlari-lari melalui koridor panjang halte Trans Jakarta dengan high heels 7cm yang tadi lupa ditukar dengan flat shoes. Berdesakan membaur dengan beragam aroma yang menguar. Berhimpitan sampai tak jarang antar kulit pun nyaris tak ada sekat.
Empat puluh lima menit kemudian, masih dengan napas yang belum sepenuhnya teratur, senyum ringan sudah tersungging di bibir Vari. Rupanya hawa sejuk pusat perbelanjaan di kawasan Senayan ini sukses memberikan sedikit ketenangan setelah merasakan pengapnya angkutan umum. Masih ada beberapa menit untuk mengatur ulang penampilan sebelum bertemu dengan teman-teman ceriwisnya.
Vari masih berkutat dengan potongan pizza di piringnya ketika dilihatnya ada seorang pria mengamati mereka dari meja seberang. Vari balas menatap. Lalu tiba-tiba pria itu berdiri dan berjalan menghampiri mejanya. Vari panik.
Tanpa disangka ternyata pria itu justru menyapa salah satu temannya. Vari menunduk, tersenyum tipis. Dia salah sangka. Ternyata sedari tadi pria itu mengamati temannya, bukan dia. Dan setelah melalui proses perkenalan singkat, pria itu menunjuk ke meja seberang yang tadi ditempatinya, menjelaskan kalau dia kemari juga bersama teman-teman kantornya. Sekali lagi, Vari ikut mengamati satu per satu wajah teman si pria di meja seberang.
Tanpa sadar, sedari tadi Vari menatap lekat seorang pria yang wajahnya tampak tak asing. Si pria tersenyum. Membius. Vari membalas senyum itu sambil terus berusaha mengingat. Itu, dia. Ya, dia yang dulu sempat membuatnya gundah. Dia yang sekarang pun tetap menariknya ke medan magnetnya. Dia si pria di bandara itu. Ah, betapa lucunya teka-teki waktu dan tempat ini tercipta.

---------------

Vari baru keluar dari kamar mandi. Berjalan sambil menunduk, membenahi bajunya yang agak terlipat. Saat dirasanya ada sebuah colekan kecil di lengan kirinya. Spontan dia menoleh.
“Hai, kita ketemu lagi,” sapanya sambil mengulurkan tangan, mengajak berjabat tangan.
“Hai,” Vari menjawab tergagap sambil membalas jabat tangannya.
“Gue Iben. May I know your name?” katanya masih dengan senyum yang tak pernah lepas sedikit pun dari mulutnya.
“Oh. Gue Vari,” jawabnya singkat. Terpana.
“Oke, Vari. Gue bisa pastikan, ini bukan terakhir kalinya kita ketemu. Can we exchange phone numbers?” tanyanya sambil mengulurkan smartphone miliknya, berharap Vari akan menuliskan nomornya sendiri.
Vari seperti terhipnotis. Tanpa pikir panjang, diketiknya nomor teleponnya pada smartphone milik Iben.
Beberapa detik kemudian, terdengar nada Sweet Escape dari No Doubt. “Sudah gue missed call. Mudah-mudahan elo bersedia menyimpan nomor gue, supaya kalau kapan-kapan gue telepon ga disangka orang iseng. Ok, selamat melanjutkan makan malam. See you soon!” Katanya ringan sambil melangkah meninggalkan Vari yang masih terdiam. Mencerna.
Masih dengan setengah sadar, Vari kembali ke meja. Mendadak tidak bisa fokus mendengarkan celoteh sahabat-sahabatnya. Masih tidak habis pikir, kenapa dia bisa sebegitu mudahnya memberikan nomor telepon pada orang yang tidak dikenal. Masih mengingat rasa hangat tangan Iben ketika berjabat tangan. Memutar ulang senyum Iben yang berhasil direkamnya dalam ingatan. Ada rasa hangat menjalari hatinya.

13 Sep 2012

If I Can Turn Back Time


Jung Eun-ji & Seo In-gook from Reply 1997
The hardest thing about the relationship between a man and a woman is the timing -- if the love doesn’t begin at the same time, it’s unlikely to ever begin at all.   
[from Reply 1997/ Answer Me 1997 - www.dramabeans.com)
Would you believe If I said I was crying just because of reading the recap of Reply 1997. Reply 1997 (or Answer Me 1997) is a korean drama about love and friendship. I'm not watching it yet, but I'll definitely watch it when it's finished aired in Korea.

I love this kdrama just like I love “Will It Snow for Christmas” (another kdrama) or “Hanamizuki” (Japan movie). Why? Because of the story. It's start from the teenage age, when you've met your soul mate. But at that time, you still don't know what you want, you don't know what love is, and the most important thing, you don't know who you love. That's why you let go of his/her hand. And for the next couple years, you’re searching the answer.

Until one day, you realized, you missed his/her so much. The memories are torturing you. Your heart warmed because you remember all the time you spent together before. You’re smirks when remember how stupid you are. But your heart also empty because he/she doesn’t stay by your side anymore. Then you’re facing another phase of pain. Trying to move on. Smiling outside but bleeding inside. Hoping that there is another chance to meet your soul mate once again.

Suddenly I feel sad. It was happened to me long time ago. When I think I’ve met my soul mate. But at that time, the universe didn’t support us. So, we decided to split up. Each expecting different things, each dreaming different dreams, each walking on different paths. Only that day, our path had met again at one point. There, we’re just stunned. Hesitated.

And when I’m really sure that he is the one I love. I tried to call him back. But I’m late. He's already gone. Forever. And deep in my heart, I just can whispered..

If I Can Turn Back Time

22 Jun 2012

when you down

Kata orang-orang, bermimpilah setinggi langit. Walaupun sekarang hanya mimpi, bukan berarti tidak tergapai, karena ketika mimpi itu tertanam di otak pastilah kita akan berusaha keras mencapainya.

Masih kata orang-orang juga, bersikaplah yang optimis. Sudah seharusnya kita optimis dalam melakukan sesuatu. Sikap optimis itulah yang menjadi dasar kepercayaan diri seberapa keras kita mau berjuang mencapai mimpi.

"Kamu pasti bisa!" adalah kata lain yang sering dilontarkan untuk membangkitkan semangat. Saya masih bisa menyebutkan segudang kalimat positif lain yang biasa diucapkan para motivator. 

Tapi, semua kata-kata dan keyakinan itu nyatanya menguap ketika kegagalan benar-benar terjadi.

"Jangan takut, gagal adalah sukses yang tertunda."
"Walaupun belum berhasil, tapi kamu puas karena sudah berusaha semampu kamu."
"Walaupun belum sukses, kita sudah belajar dan selalu ada hikmah lain yang bisa diambil."
 
Ah ya, saya sampai bosan mengulang dan membaca semua kata-kata positif. Nyatanya gagal mencapai sesuatu itu membuat saya kecewa dan sedih. Walaupun saya hanya diam, berusaha menyerap rasa sendiri dan memperlihatkan wajah baik-baik saja. Kalau ada yang bilang, saya gagal tapi saya tidak merasa sedih atau kecewa karena sudah berusaha, itu pasti bohong. Usaha penghiburan yang sebenarnya nihil belaka.

Saya tidak mau menjadi pembohong bagi diri sendiri. Saya memilih mengakui bahwa gagal itu memang mengecewakan. Saya memilih merasakan sakitnya. Bukan untuk terus-menerus ditangisi, tetapi direlakan. Saya memang bersedih untuk 3 hari. Berusaha mengontrol emosi, sampai saya menjadi lebih tenang dan kuat dengan sendirinya. Lalu, mulai berjalan lagi dengan kekuatan sendiri.

*sekedar curhatan penghiburan :p

21 Jun 2012

Lana Shobha tweet story

Hampir setahun yang lalu saya sempat membuat akun @LanaShobha di twitter. Saya berencana membuat tweet harian si tokoh yang sedang saya kembangkan karakternya. Tapi nyatanya saya memang hanyalah penulis amatir yang belum mampu konsisten dan seringkali mengubah plot & karakter di tengah jalan. Jadilah akun ini terbengkalai.

Baru-baru ini saya memutuskan untuk mematikan akun @LanaShobha, tetapi merasa sayang dengan tweet yang pernah saya buat. Maka, saya akan menyimpan beberapa tweet yang sayang dibuang disini. Semoga suatu saat nanti saya bisa melanjutkan karakter Lana ini :p

=====================================

I'm going to keep telling you, so please listen good every day. I Love You. [143 days ago]

Ada masanya ketika aku merindumu. Sampai hatiku terasa kelu. Ragaku boleh meragu. Namun sukmaku terus memburu. [230 days ago]

Hi, last time i tweeted, it's more than a month ago. Wow..time flies. Are you wondering where did I go? I'm at your heart, definitely :p [268 days ago]

Hup! Nyampe juga gue di kantor. Waktunya bekerja dengan giat. See you later ^_^ [322 days ago]

Dan timeline gue penuh sama tweetnya dia. Oh No! Dibawelin di di dunia nyata aja udah pusing, apalagi ditambah dunia maya. Sakit jiwa yang ada. [322 days ago]

Si sobat gue, Mara, ini untungnya gaptek. Makanya ga punya twitter. Kebayang aja kalau orang sebawel dia, jangan2 frekwensi nge-tweetnya 5x/menit. [322 days ago]

Oh ya, nanti sore juga gue ada janji buka bersama bareng Mara si bawel. Rencana awal sih di Setiabudi One. Harus jalan tenggo nih dari kantor. [322 days ago]

Btw, kenapa jalan ramai ya pagi ini? Banyak yang kesiangan juga? Atau banyak janji buka bersama nanti sore, makanya pada bawa kendaraan? :( [322 days ago]

Morning! Sudah di kantorkah? Saya masih di jalan karena kesiangan bangun :p Kebiasaan kalau tidur lagi setelah Subuh pasti begini :( [322 days ago]

In the middle of boring meeting. Let's dream about a handsome guy who will take me to cinema to watch #HPDHP2 ^_^ [329 days ago]

Merasa seperti pernah ketemu si pria ganteng, tapi dimana ya? *kepo mode on* [329 days ago]

Huwaa..demi apa ini marathon meeting membuat kehidupan sosial gue terputus. Ehm, tapi gpp deh tadi di lift ketemu cowok ganteng :p [329 days ago]

Hello wednesday morning. What is my schedule today? Wow, it's full with meeting. Hemm..i need to be pretty then. [330 days ago] 

Dari sekian banyak theme di Ubersoc ini, saya memilih merah. Tanda kalau saya berani! Berani macarin cowok ganteng pastinya :p [330 days ago]

Finally, this is my first tweet ^_^ [330 days ago]