I wish i could finish work ontime, so i can go to buy the presale ticket. Oh, it's 50% discount for presale ticket though :p Let's pray for today :)
28 Jun 2013
19 Jun 2013
Swan Lake Bolshoi Ballet
Are you a fan of ballet? Do you like classical ballet? If you are, then you can not miss this show. Let's make November escape to Esplanade :p
12 Apr 2013
The gifts
The gifts :
1. Digital frame from Business Support family
2. Testimonial book from Business Support family + Eat + neng Vitya
3. Bag from Genk Senggol (Nopul, Hani, Ncuzz)
4. Handmade wall hanging + monkey hand sanitizer from my great boss Mas Santo
5. Body Shop pack from my lovely mommy Bu Ernita
6. Genk Senggol pics on frame + night perfume from my best friend Nopul
7. INFINITE New Challenge album from my dear sister Ncuzz
Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. I received lots of love.
Thank you ya Allah, i was once part of Business Support family.
I LOVE YOU.
21 Feb 2013
5 Jan 2013
2013 Indonesian Romance Reading Challenge
Ikutan!
Yup. Seperti biasa, setiap tahun ada saja challenge yang saya ikuti. Terserah nanti hasilnya bagaimana, pokoknya ikut saja dulu. Dulu sih pernah ikut #365shots yang akhirnya melahirkan blog posterous saya, dimana setiap hari kita harus take a shot tentang apa saja dan menggunakan alat apa saja (boleh camera phone atau pocket camera atau SLR). Tapi tak lama, akhirnya saya bosan dan terhentilah kegiatan itu.
Lalu, pernah juga ikut project kecil-kecil G30HM. Di project ini setiap hari kita ditantang untuk menulis sesuatu, biasanya ada temanya. Sebenarnya relatif mudah karena tulisannya boleh posting di microsite (baca: twitter) atau blog, tetapi saya memang banyak alasan, tentu saja tidak pernah selesai sesuai dengan target. ^_^
Nah, sudah sejak beberapa minggu yang lalu sebenarnya saya membaca tentang 2013 Indonesian Romance Reading Challenge yang digagas Mbak Yuska Vonita. Tetapi, karena masih ragu-ragu antara mau ikut atau tidak, jadilah baru hari ini saya memantapkan diri. Doakan kali ini saya bisa menyelesaikan tantangannya :p
Ini challenge apa sih?
Singkatnya, selama satu tahun mulai 1 Januari - 31 December 2013 kita diminta membaca novel bergenre roman karya penulis Indonesia dan ditulis dalam Bahasa Indonesia dari penerbit apa pun. Setelah selesai membaca, kita diminta untuk menulis review (atau opini atau pendapat) mengenai buku tersebut di blog atau Goodreads atau hanya me-reply posting di blog Mbak Yuska.
Supaya lebih seru, challenge ini ada level-levelnya juga, yaitu :
Fling: membaca 1-3 buku
First Date: membaca 4-7 buku
Going Steady: membaca 8-11 buku
Engaged: membaca 12-14 buku
Married: membaca 15-100 buku
Untuk pertama, saya pilih First Date saja dulu :)
Jadi, mari kita sama-sama berdoa dan berusaha semoga saya bisa konsisten menjalankan challenge ini. Yuk!
Yup. Seperti biasa, setiap tahun ada saja challenge yang saya ikuti. Terserah nanti hasilnya bagaimana, pokoknya ikut saja dulu. Dulu sih pernah ikut #365shots yang akhirnya melahirkan blog posterous saya, dimana setiap hari kita harus take a shot tentang apa saja dan menggunakan alat apa saja (boleh camera phone atau pocket camera atau SLR). Tapi tak lama, akhirnya saya bosan dan terhentilah kegiatan itu.
Lalu, pernah juga ikut project kecil-kecil G30HM. Di project ini setiap hari kita ditantang untuk menulis sesuatu, biasanya ada temanya. Sebenarnya relatif mudah karena tulisannya boleh posting di microsite (baca: twitter) atau blog, tetapi saya memang banyak alasan, tentu saja tidak pernah selesai sesuai dengan target. ^_^
Nah, sudah sejak beberapa minggu yang lalu sebenarnya saya membaca tentang 2013 Indonesian Romance Reading Challenge yang digagas Mbak Yuska Vonita. Tetapi, karena masih ragu-ragu antara mau ikut atau tidak, jadilah baru hari ini saya memantapkan diri. Doakan kali ini saya bisa menyelesaikan tantangannya :p
Ini challenge apa sih?
Singkatnya, selama satu tahun mulai 1 Januari - 31 December 2013 kita diminta membaca novel bergenre roman karya penulis Indonesia dan ditulis dalam Bahasa Indonesia dari penerbit apa pun. Setelah selesai membaca, kita diminta untuk menulis review (atau opini atau pendapat) mengenai buku tersebut di blog atau Goodreads atau hanya me-reply posting di blog Mbak Yuska.
Supaya lebih seru, challenge ini ada level-levelnya juga, yaitu :
Fling: membaca 1-3 buku
First Date: membaca 4-7 buku
Going Steady: membaca 8-11 buku
Engaged: membaca 12-14 buku
Married: membaca 15-100 buku
Untuk pertama, saya pilih First Date saja dulu :)
Jadi, mari kita sama-sama berdoa dan berusaha semoga saya bisa konsisten menjalankan challenge ini. Yuk!
Catatan Film Indonesia 2012
Jujur, saya tidak terlalu banyak menonton film Indonesia. Bukannya tidak mau mendukung perfilman nasional, tetapi film yang (menurut saya) layak tonton, itu hanya sedikit jumlahnya. Dalam posting ini saya mencoba mencatatkan beberapa film tidak ingin saya lupakan begitu saja. Saya hanya akan memberikan komentar pendek (versi saya), jadi silakan saja kalau ingin berpendapat berbeda. Sekedar informasi, kalau perlu membaca sinopsis masing-masing film bisa coba intip di filmindonesia.or.id
"I have watched it.."
Perahu Kertas bagian 1 dan 2
Saya sudah menjadi pembaca setia karya-karya Dewi Lestari sejak dia menerbitkan 'Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh (KPBJ)' pertama kali. Jadi, saya pun sudah membaca novel Perahu Kertas terlebih dahulu sebelum menonton filmnya. Buat saya, Perahu Kertas sebagai film dan sebagai novel memiliki karakternya sendiri. Saya bisa menikmati keduanya. Meskipun awalnya saya memiliki imajinasi sendiri saat membaca novelnya, tetap tidak mengurangi kepuasan saya menikmati filmnya. Mungkin karena alur cerita film yang hampir persis sama dengan bukunya.
Film Perahu Kertas ini unik. Terdiri dari dua bagian, tetapi bukan sebagai sekuel, melainkan ceritanya yang memang panjang dan rasanya tidak mungkin kalau harus dipadatkan. Waktu rilis antara bagian pertama dan kedua pun hanya terpaut beberapa bulan saja.
Kisah Kugy dan Keenan, menurut saya, sebetulnya sudah biasa, tetapi penyampaian khas Dee yang dibalut dengan kiasan yang sarat makna memang menarik. Buktinya, entah sudah berapa orang yang mengaku sebagai 'Agen Neptunus' ^_^
Hello Goodbye
Tidak semua film bergenre roman harus disajikan dengan adegan romantis yang berlebihan. Hello Goodbye adalah salah satu film bergenre roman yang (menurut saya) disajikan dengan tone datar. Flat. Kisah roman yang dituturkan dengan cara dewasa karena jauh dari kesan menye-menye. Saya langsung jatuh cinta dengan pasangan Rio Dewanto dan Atiqah Hasiholan. Semoga mereka bisa mengeksplorasi kemampuan berakting dengan lebih baik lagi, plus tetap awet sebagai real couple.
Buat sebagian orang yang sedang terkena Korean wave, mungkin bisa coba menonton film ini. Walaupun produksi film nasional, tetapi latar tempatnya ada di Busan, Korea Selatan. Jadi, ada nuansa kota yang agak berbeda dengan kota di Indonesia. Walau terkesan lebih 'dingin'.
Habibie dan Ainun
Film ini diadaptasi dari kisah nyata Pak Habibie. Justru karena diadaptasi dari kisah nyata dan menceritakan orang yang pernah disegani hampir seluruh orang Indonesia, saya jadi lebih mudah bersimpati. Terharu. Menonton film ini memberikan banyak pelajaran kepada saya. Seorang Habibie muda yang luar biasa jenius dan pantang menyerah mewujudkan cita-citanya. Seorang Ainun yang cerdas dan selalu mendukung pasangannya. Nilai-nilai kejujuran yang tak tergoyahkan, yang jujur sangat sulit diterapkan di masa kini.
Akting Reza Rahadian sebagai tokoh Habibie cukup mencuri perhatian. Fisiknya memang berbeda jauh dengan Pak Habibie, tetapi gesture-nya ditampilkan dengan sangat rinci. Salute! Chemistry dengan BCL pun terjalin baik. Selama ini saya selalu mengidentikkan akting BCL dengan aktingnya pada drama FTV yang average. Tetapi, di film ini rasanya semuanya pas.
5cm
Ini mungkin menjadi film nasional terakhir yang saya tonton di 2012. Bercerita tentang indahnya persahabatan. Berusaha mewujudkan mimpi, cita-cita dan cinta, apa pun halangannya. Penuh rahasia hati. Bahwa apa yang tampak nyata terlihat dari luar, bisa jadi berbeda dengan isi hati.
Untuk latar, film 5cm juaranya. Mata penonton dimanjakan dengan keindahan pemandangan alam Indonesia. Buat orang-orang yang memang suka jalan-jalan, selesai menonton pasti akan langsung rindu melakukan perjalanan, termasuk saya. So, what is your next destination? ^_^
"I will watch it.."
The Raid
Film yang disutradarai Joko Anwar ini pertama kali dirilis justru bukan di Indonesia (CMIIW). Tapi begitu diputar di bioskop Indonesia, tanggapannya luar biasa. Katanya action scenes di film ini amat sangat bagus dan banyak menuai pujian dari dunia internasional. Saya sendiri memang sengaja melewatkan menonton di bioskop karena saya penakut, tidak kuat kalau harus melihat darah berceceran.
Test Pack: You Are My Baby
Satu lagi film yang diadaptasi dari novel. Ya, Test Pack diadaptasi dari novel lama karya Ninit Yunita yang tahun 2012 lalu dirilis ulang dengan cover baru. Sebetulnya saya penasaran dengan akting Acha Septriasa yang dipasangkan dengan Reze Rahadian (oh yes, mungkin ini memang tahunnya untuk aktor ini). Sayang, ketika film ini diputar di bioskop, saya sedang sibuk sehingga terlewatkan. Bocoran dari beberapa penonton, film yang bercerita mengenai problematika rumah tangga ini termasuk layak tonton. I'll definitely watch it when they release the DVD.
Last but not least, semoga film Indonesia bisa lebih sukses dan beragam di tahun 2013 ini.
"I have watched it.."
Perahu Kertas bagian 1 dan 2
Saya sudah menjadi pembaca setia karya-karya Dewi Lestari sejak dia menerbitkan 'Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh (KPBJ)' pertama kali. Jadi, saya pun sudah membaca novel Perahu Kertas terlebih dahulu sebelum menonton filmnya. Buat saya, Perahu Kertas sebagai film dan sebagai novel memiliki karakternya sendiri. Saya bisa menikmati keduanya. Meskipun awalnya saya memiliki imajinasi sendiri saat membaca novelnya, tetap tidak mengurangi kepuasan saya menikmati filmnya. Mungkin karena alur cerita film yang hampir persis sama dengan bukunya.
Film Perahu Kertas ini unik. Terdiri dari dua bagian, tetapi bukan sebagai sekuel, melainkan ceritanya yang memang panjang dan rasanya tidak mungkin kalau harus dipadatkan. Waktu rilis antara bagian pertama dan kedua pun hanya terpaut beberapa bulan saja.
Kisah Kugy dan Keenan, menurut saya, sebetulnya sudah biasa, tetapi penyampaian khas Dee yang dibalut dengan kiasan yang sarat makna memang menarik. Buktinya, entah sudah berapa orang yang mengaku sebagai 'Agen Neptunus' ^_^
Hello Goodbye
Tidak semua film bergenre roman harus disajikan dengan adegan romantis yang berlebihan. Hello Goodbye adalah salah satu film bergenre roman yang (menurut saya) disajikan dengan tone datar. Flat. Kisah roman yang dituturkan dengan cara dewasa karena jauh dari kesan menye-menye. Saya langsung jatuh cinta dengan pasangan Rio Dewanto dan Atiqah Hasiholan. Semoga mereka bisa mengeksplorasi kemampuan berakting dengan lebih baik lagi, plus tetap awet sebagai real couple.
Buat sebagian orang yang sedang terkena Korean wave, mungkin bisa coba menonton film ini. Walaupun produksi film nasional, tetapi latar tempatnya ada di Busan, Korea Selatan. Jadi, ada nuansa kota yang agak berbeda dengan kota di Indonesia. Walau terkesan lebih 'dingin'.
Habibie dan Ainun
Film ini diadaptasi dari kisah nyata Pak Habibie. Justru karena diadaptasi dari kisah nyata dan menceritakan orang yang pernah disegani hampir seluruh orang Indonesia, saya jadi lebih mudah bersimpati. Terharu. Menonton film ini memberikan banyak pelajaran kepada saya. Seorang Habibie muda yang luar biasa jenius dan pantang menyerah mewujudkan cita-citanya. Seorang Ainun yang cerdas dan selalu mendukung pasangannya. Nilai-nilai kejujuran yang tak tergoyahkan, yang jujur sangat sulit diterapkan di masa kini.
Akting Reza Rahadian sebagai tokoh Habibie cukup mencuri perhatian. Fisiknya memang berbeda jauh dengan Pak Habibie, tetapi gesture-nya ditampilkan dengan sangat rinci. Salute! Chemistry dengan BCL pun terjalin baik. Selama ini saya selalu mengidentikkan akting BCL dengan aktingnya pada drama FTV yang average. Tetapi, di film ini rasanya semuanya pas.
5cm
Ini mungkin menjadi film nasional terakhir yang saya tonton di 2012. Bercerita tentang indahnya persahabatan. Berusaha mewujudkan mimpi, cita-cita dan cinta, apa pun halangannya. Penuh rahasia hati. Bahwa apa yang tampak nyata terlihat dari luar, bisa jadi berbeda dengan isi hati.
Untuk latar, film 5cm juaranya. Mata penonton dimanjakan dengan keindahan pemandangan alam Indonesia. Buat orang-orang yang memang suka jalan-jalan, selesai menonton pasti akan langsung rindu melakukan perjalanan, termasuk saya. So, what is your next destination? ^_^
"I will watch it.."
The Raid
Film yang disutradarai Joko Anwar ini pertama kali dirilis justru bukan di Indonesia (CMIIW). Tapi begitu diputar di bioskop Indonesia, tanggapannya luar biasa. Katanya action scenes di film ini amat sangat bagus dan banyak menuai pujian dari dunia internasional. Saya sendiri memang sengaja melewatkan menonton di bioskop karena saya penakut, tidak kuat kalau harus melihat darah berceceran.
Test Pack: You Are My Baby
Satu lagi film yang diadaptasi dari novel. Ya, Test Pack diadaptasi dari novel lama karya Ninit Yunita yang tahun 2012 lalu dirilis ulang dengan cover baru. Sebetulnya saya penasaran dengan akting Acha Septriasa yang dipasangkan dengan Reze Rahadian (oh yes, mungkin ini memang tahunnya untuk aktor ini). Sayang, ketika film ini diputar di bioskop, saya sedang sibuk sehingga terlewatkan. Bocoran dari beberapa penonton, film yang bercerita mengenai problematika rumah tangga ini termasuk layak tonton. I'll definitely watch it when they release the DVD.
Last but not least, semoga film Indonesia bisa lebih sukses dan beragam di tahun 2013 ini.
25 Okt 2012
Perih
Pendar lampu kota berkilauan. Berebut menerangi sekitar, melawan pekatnya malam. Berusaha menerangi jiwa yang mungkin kelam.
Sekali ini kamu memberikan perih. Hingga aku diam-diam merintih. Membuat sukmaku seperti ingin terbang. Melanglang.
Tahukah kamu? Aku merana. Ribuan detik telah berlalu. Tapi perihnya tetap tak mau pergi. Entah bagaimana lagi agar aku bisa bertahan.
Aku masih tak mampu berkata. Merasakan pedih. Menyerap lara. Menghisap marah. Mengawangkan sikap. Memimpikan langkah.
Tahukah kamu? Aku tidak membencimu yang telah memberikan pedih di hati. Aku juga tidak memendam dendam. Tapi aku tak bisa bilang, aku sudah memaafkan.
sent from @motskee BlackBerry®
Sekali ini kamu memberikan perih. Hingga aku diam-diam merintih. Membuat sukmaku seperti ingin terbang. Melanglang.
Tahukah kamu? Aku merana. Ribuan detik telah berlalu. Tapi perihnya tetap tak mau pergi. Entah bagaimana lagi agar aku bisa bertahan.
Aku masih tak mampu berkata. Merasakan pedih. Menyerap lara. Menghisap marah. Mengawangkan sikap. Memimpikan langkah.
Tahukah kamu? Aku tidak membencimu yang telah memberikan pedih di hati. Aku juga tidak memendam dendam. Tapi aku tak bisa bilang, aku sudah memaafkan.
sent from @motskee BlackBerry®
7 Okt 2012
Antologi Rasa Trip - preparation
![]() |
| Photo taken from ikanatassa.tumblr.com |
Sejujurnya, ketika awal mendaftar pun, saya sudah ikhlas seandainya uang saya hilang, seandainya pada hari-H saya mendadak tidak bisa pergi. Menurut pengalaman sebelumnya juga, saya tidak pernah merancang bepergian >5 bulan sebelumnya. Alasannya karena saya tidak bisa menebak jadwal saya (dan biasanya jadwal suami yang sibuk itu). Itu juga alasannya kenapa saya tidak pernah berhasil ikut sale tiket Air Asia dan memilih menjadi flashpacker.
Tetapi, saya memang super niat. Saya bahkan rela merogoh kocek demi membeli used camera SLR. Useless, kalau kata suami saya (lagi) mengingat saya hanya senang suatu barang di awal saja, lalu ditinggalkan begitu saja. Haha..dan sepertinya memang benar, camera-nya jadi agak kurang bermanfaat di tangan saya. Saya amatir yang memulai belajar pun malas sangat :p Kalau harus memilih, diving atau fotografi, pasti saya pilih diving walaupun belum punya sertifikat resmi :D
Dua bulan menjelang hari-H, saya sempat bertanya ke suami saya, "Imigrasi di Soekarno-Hatta itu bagaimana caranya?" Ini bukan pertama kalinya saya pergi ke luar negeri, tetapi saya memang super-duper-cuek, follower yang tidak pernah memperhatikan sekeliling kalau memang saya anggap tidak penting :p Saat itu juga, suami saya memutuskan untuk ikut terbang dengan flight number yang sama dengan saya, walaupun harganya sudah selangit :p Karena saya bilang ikut grup dan seharusnya sudah punya roommate, jadilah dia memutuskan mencari budget hotel lain yang harganya masih reasonable. Maklum, F1 itu peak season di Singapore.
Jadi, akhirnya saya tidak jadi pergi sendiri, tapi tetap pergi ditemani suami. And i thank God..saya jadi bisa agak jalan-jalan ketika free time tanpa takut harus tersasar ^_^ So, kalau mau tahu disana saya kemana saja, akan saya buat postingan berbeda.
3 Okt 2012
We Meet Again
![]() |
| Dundas Square (photo taken from google images) |
Hari Jumat memang hari istimewa
dibanding enam hari lainnya. Hari baik dimana para pria muslim akan
berbondong-bondong melakukan sholat Jumat, termasuk mereka yang biasanya alpa
sholat wajib. Hari sibuk dimana semua deadline
mingguan biasanya harus selesai. Hari hura-hura karena begitu jam kerja
berakhir biasanya semua orang serentak menuju pusat perbelanjaan untuk sekedar
melepas jenuh yang tertumpuk.
Setelah meeting marathon sejak pukul 9 pagi sampai 5 sore, sekarang Vari
bercampur dengan ratusan orang lainnya di padatnya lalu lintas Jakarta.
Berlari-lari melalui koridor panjang halte Trans Jakarta dengan high heels 7cm yang tadi lupa ditukar
dengan flat shoes. Berdesakan membaur
dengan beragam aroma yang menguar. Berhimpitan sampai tak jarang antar kulit
pun nyaris tak ada sekat.
Empat puluh lima menit kemudian, masih
dengan napas yang belum sepenuhnya teratur, senyum ringan sudah tersungging di
bibir Vari. Rupanya hawa sejuk pusat perbelanjaan di kawasan Senayan ini sukses
memberikan sedikit ketenangan setelah merasakan pengapnya angkutan umum. Masih
ada beberapa menit untuk mengatur ulang penampilan sebelum bertemu dengan teman-teman
ceriwisnya.
Vari masih berkutat dengan potongan
pizza di piringnya ketika dilihatnya ada seorang pria mengamati mereka dari
meja seberang. Vari balas menatap. Lalu tiba-tiba pria itu berdiri dan berjalan
menghampiri mejanya. Vari panik.
Tanpa disangka ternyata pria itu
justru menyapa salah satu temannya. Vari menunduk, tersenyum tipis. Dia salah
sangka. Ternyata sedari tadi pria itu mengamati temannya, bukan dia. Dan
setelah melalui proses perkenalan singkat, pria itu menunjuk ke meja seberang
yang tadi ditempatinya, menjelaskan kalau dia kemari juga bersama teman-teman
kantornya. Sekali lagi, Vari ikut mengamati satu per satu wajah teman si pria
di meja seberang.
Tanpa sadar, sedari tadi Vari
menatap lekat seorang pria yang wajahnya tampak tak asing. Si pria tersenyum.
Membius. Vari membalas senyum itu sambil terus berusaha mengingat. Itu, dia.
Ya, dia yang dulu sempat membuatnya gundah. Dia yang sekarang pun tetap menariknya
ke medan magnetnya. Dia si pria di bandara itu. Ah, betapa lucunya teka-teki
waktu dan tempat ini tercipta.
---------------
Vari baru keluar dari kamar mandi.
Berjalan sambil menunduk, membenahi bajunya yang agak terlipat. Saat dirasanya
ada sebuah colekan kecil di lengan kirinya. Spontan dia menoleh.
“Hai, kita ketemu lagi,” sapanya
sambil mengulurkan tangan, mengajak berjabat tangan.
“Hai,” Vari menjawab tergagap sambil
membalas jabat tangannya.
“Gue Iben. May I know your name?” katanya masih dengan senyum yang tak pernah
lepas sedikit pun dari mulutnya.
“Oh. Gue Vari,” jawabnya singkat.
Terpana.
“Oke, Vari. Gue bisa pastikan, ini
bukan terakhir kalinya kita ketemu. Can
we exchange phone numbers?” tanyanya sambil mengulurkan smartphone miliknya, berharap Vari akan
menuliskan nomornya sendiri.
Vari seperti terhipnotis. Tanpa
pikir panjang, diketiknya nomor teleponnya pada smartphone milik Iben.
Beberapa detik kemudian, terdengar
nada Sweet Escape dari No Doubt.
“Sudah gue missed call. Mudah-mudahan
elo bersedia menyimpan nomor gue, supaya kalau kapan-kapan gue telepon ga
disangka orang iseng. Ok, selamat melanjutkan makan malam. See you soon!” Katanya ringan sambil melangkah meninggalkan Vari
yang masih terdiam. Mencerna.
Masih dengan setengah sadar, Vari
kembali ke meja. Mendadak tidak bisa fokus mendengarkan celoteh
sahabat-sahabatnya. Masih tidak habis pikir, kenapa dia bisa sebegitu mudahnya
memberikan nomor telepon pada orang yang tidak dikenal. Masih mengingat rasa
hangat tangan Iben ketika berjabat tangan. Memutar ulang senyum Iben yang
berhasil direkamnya dalam ingatan. Ada rasa hangat menjalari hatinya.
13 Sep 2012
If I Can Turn Back Time
Jung Eun-ji & Seo In-gook from Reply 1997
The hardest thing about the relationship between a man and a woman is the timing -- if the love doesn’t begin at the same time, it’s unlikely to ever begin at all.[from Reply 1997/ Answer Me 1997 - www.dramabeans.com)
Would you believe If I said I was crying just because of
reading the recap of Reply 1997. Reply 1997 (or Answer Me 1997) is a korean
drama about love and friendship. I'm not watching it yet, but I'll definitely
watch it when it's finished aired in Korea.
I love this kdrama just like I love “Will It Snow for Christmas” (another kdrama) or “Hanamizuki” (Japan movie). Why? Because of the story. It's start from the teenage age, when you've met your soul mate. But at that time, you still don't know what you want, you don't know what love is, and the most important thing, you don't know who you love. That's why you let go of his/her hand. And for the next couple years, you’re searching the answer.
Until one day, you realized, you missed his/her so much. The memories are torturing you. Your heart warmed because you remember all the time you spent together before. You’re smirks when remember how stupid you are. But your heart also empty because he/she doesn’t stay by your side anymore. Then you’re facing another phase of pain. Trying to move on. Smiling outside but bleeding inside. Hoping that there is another chance to meet your soul mate once again.
Suddenly I feel sad. It was happened to me long time ago. When I think I’ve met my soul mate. But at that time, the universe didn’t support us. So, we decided to split up. Each expecting different things, each dreaming different dreams, each walking on different paths. Only that day, our path had met again at one point. There, we’re just stunned. Hesitated.
And when I’m really sure that he is the one I love. I tried to call him back. But I’m late. He's already gone. Forever. And deep in my heart, I just can whispered..
If I Can Turn Back Time
Langganan:
Postingan (Atom)





