Laman

25 Jan 2012

Catatan Senja

Wanita muda ini cantik. Tebakanku usianya antara 26 sampai 29 tahun. Usia ranum. Hanya dengan rok hitam selutut, kemeja lengan pendek biru muda dan high heels hitam bisa membuatnya tampak elegan. Menarik. Pipi dan bibirnya sedikit merona, dihiasi kacamata berbingkai transparan. Sempurna.

Ada kerutan di dahi dan mulut yang merengut ketika dia membaca pesan dari smartphone miliknya, Blackberry tipe terbaru. Ah, semoga saja dia termasuk wanita smart yang bukan hanya sekedar terbawa arus menggunakan smartphone hanya untuk dianggap classy. Lagi, kudengar dia menggerutu setelah membaca pesan di BB-nya. Mimik yang lucu.

Tergesa dibukanya notebook yang sedari tadi hanya tergeletak di sampingnya. Jemarinya mengetik dengan terampil diatas keyboard. Sesekali bola matanya berputar seolah sedang berpikir keras. Raut wajahnya berubah serius, tidak sesantai tadi. Ah, dia sungguh terlihat pintar. Atau memang pintar? Entah.

Setengah jam kemudian kulihat raut wajahnya kembali santai. Cerah. Sinar matanya tetap tajam tetapi memancarkan keramahan. Nyaman. Dia mulai membereskan kembali notebook ke tas semula. Sudah selesai rupanya, hal apa pun yang tadi sempat mengganggu waktu bersantainya.

Aku terbius. Seperti kutub utara yang tidak kuasa tertarik ke kutub selatan. Ingin mendekat.

Akhirnya, aku hanya tersenyum tipis. Ini pertemuan pertama. Kalau sekali lagi kita bertemu tanpa sengaja, baru aku akan menyapanya. Jadi, semoga kita bertemu lagi. Saat itu, aku pastikan mendekatimu.

- Catatan Senja by Iben -