Laman

4 Feb 2016

Gincu



Hai D,

I’m using red lipstick today. Seperti yang kubilang dahulu, pakai gincu warna merah itu membawa keberuntungan buatku. Buktinya project-ku terpilih sebagai yang terbaik di Asia dan bagian project management-nya akan dijadikan percontohan di seluruh cabang.

Put on some red lipstick and live a little.

Itu mottoku yang selalu kau komentari dengan penjelasan ilmiah ala D. Kamu bilang warna merah itu artinya berani, jadi secara tidak langsung memberikan semangat lebih, makanya aku jadi lebih percaya diri dan akhirnya sukses. Terserahmu saja, D. Buatku, gincu merah berarti aku menjadi center of attention, dan aku suka itu.

Lalu semua perdebatan panjang kita kuputar ulang dari tempat penyimpanan bernama memori. Kamu tidak pernah suka aku pakai gincu berwarna mencolok, apalagi dipadukan dengan rok ketat selutut dan kemeja warna pastel. Katamu dandananku itu akan membuatku menjadi pusat perhatian. Kamu tidak suka. Tapi aku suka.

Apa kamu tahu, D? Sekarang pun aku masih berpenampilan seperti itu. Bedanya, kadang aku merasa gerah menjadi pusat perhatian, terutama pria hidung belang. Tidak ada lagi pria ganteng berwajah setengah bule dengan postur tinggi yang akan cemberut dan cenderung menyembunyikanku di belakangnya, menggenggam tanganku erat dan menarikku berjalan lebih cepat. Kadang aku sampai tersandung karena memahai high heels.

Beauty isn’t about having a pretty face. It’s about having a pretty mind, a pretty heart and a pretty soul.

Itu mottomu, D. Kamu bilang jatuh cinta padaku bukan hanya karena wajah dan penampilan, tetapi karena pola pikirku yang sistematis dan sifatku yang suka berkompetisi. Kamu bilang aku mampu mengimbangi sifatmu yang idealis. Kamu juga bilang kalau aku sebenarnya baik hati walau punya karakter tegas. Ahh..aku kangen kamu, D.

Aku masih merindumu.

-Lana-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar