Halaman

5 Agu 2013

Cari Jodoh ala Andin

"Jangan lupa ya nanti sore BukBer angkatan di SenCy. Ditunggu!"
 
Berbekal tweet dari akun angkatan, berangkatlah gue menuju Senayan City. Kebetulan lokasinya dekat, hanya beberapa blok dari kantor. Gue sengaja berangkat jam 17.30 dari kantor, daripada sampainya terlalu cepat, belum banyak yang datang, malah jadi bengong. Maklum, lulus SMA sudah 9 tahun yang lalu. Waduh, tua juga ya gue :p
 
15 menit sebelum buka puasa gue sudah sampai di SenCy. Dan benar apa kata gue, manusianya baru 5 orang (itu termasuk gue!). Mengingat peserta yang hadir hanya saling kenal basa-basi tapi tidak dekat, jadilah stok bahan obrolan menjadi sangat minim. Menyesal tadi tidak sempat memaksa Lia --my best friend since senior high school-- untuk datang setelah acara berbuka puasa di kantornya selesai.
 
30 menit setelah berbuka puasa, satu per satu teman-teman semasa SMA-ku ini (ehem!) mulai hadir. Banyak yang sudah mulai berubah, secara fisik. Sementara obrolan masih seperti dulu, masih nyinyir disana-sini plus cela-celaan tiada akhir. Gue sendiri asyik menjadi pengamat. Tidak bermaksud mencari jodoh disini karena saya kenal hampir semuanya. Tapi, ya, karena sudah kepepet usia, kalau ada yang berhasil nyangkut, masa ditolak? Hahahaa..
 
Jabrik. Nama aslinya Irvan, tetapi karena dulu potongan rambutnya selalu jabrik, jadilah dia terkenal dengan nama Jabrik. Sekarang, gue takjub. Rambutnya masih jabrik sih, sedikit, tapi dengan gaya casual dan muka ala model cowok Jepang, sudah pasti bikin cewek-cewek melirik. Sayang, baru saja menikah.
 
Timmy. Sebagai presenter terkenal, wajar kalau mukanya yang paling sering gue lihat di TV. Di TV sih tampak ganteng, dan ternyata aslinya jauh lebih ganteng didukung postur tubuh yang tinggi tapi atletis. Tapi, yang ini kabarnya sedang dekat dengan salah satu news anchor yang juga mantan Putri Indonesia. Oke, bye-bye.
 
Oscar. Gue masih ingat, ini anak dulu bandelnya gak ketulungan. Tukang cabut. Tukang berantem. Sekarang, kerja di multinational oil & gas company. Wow! Boleh banget dijadikan incaran, walaupun tidak tahu sih sudah punya pacar atau belum.
 
Satria. Dulu banget sih gue pernah nge-fans sama dia. Gayanya tenang. Pembawaannya kalem. Tapi kalau udah berantem (maklum ya, sekolah gue jagoannya berantem), jago abis. Dia juga bintang basket. Lanjut kuliah ke ITB dan sekarang kerja di Pertamina. Yuk, coba dilihat lebih dekat. Masalahnya, dia mau atau nggak mendekat ke gue juga :p
 
Sudah ah. Capek! Intinya, walaupun dulu mereka luar biasa bandel, tetapi sekarang teman-teman gue ini semuanya sukses. Bangga lihatnya. Semoga ada satu yang jadi jodoh gue. Siapa gue? Oh ya, gue malah belum cerita gue siapa ya? Baiklah, mari berkenalan.
 
Teman-teman gue biasanya memanggil gue Andin. Bukan orang terkenal, baik dulu maupun sekarang. Bukan pelajar teladan tetapi juga bukan anggota pelajar tulalit. Selesai kuliah di UI, kemudian langsung kerja di perusahaan consumer goods. Di usia gue yang (baru) 27 tahun ini, gue sudah jadi Assistant Manager. Sebenarnya gue menikmati hidup gue, sampai nyokap gue terus-menerus memaksa gue menikah atau gue bakal dijodohin. Duh, dikira masih zaman Datuk Maringgih kali ya pakai dijodohin segala. Jangan sampai deh ya! Jadi, wajar kan kalau gue berusaha punya pacar, alhamdulillah kalau berlanjut ke jenjang pernikahan.
 
Gue bukan pemilih, pun urusan cari calon suami. Maunya sih punya pacar (berdoa semoga bisa jadi calon suami) yang sudah punya pekerjaan yang mapan dengan gaji layak untuk hidup di Jakarta (hidup di Jakarta mahal, admit it!). Tidak perlu terlalu ganteng, tapi juga jangan seperti Tukul. Tidak rewel urusan suku dan ras, walaupun tidak mau pria yang berkulit hitam dengan alasan memperbaiki keturunan :p Last but not least, harus yang seiman supaya besok anak gue tidak bingung harus memilih salah satu. Jadi,kalau kira-kira ketemu cowok yang sesuai kriteria yang gue sebutkan tadi, boleh dong dikenalin ke gue. Oke :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar